Status Tanggap Darurat Longsor Cisarua Dicabut, Bandung Barat Masuki Tahap Transisi Pemulihan

Dalam tahap pemulihan, pemerintah daerah akan memfokuskan langkah pada rehabilitasi dan rekonstruksi, termasuk penyiapan skema relokasi bagi warga yang rumahnya terdampak.

Andi Ahmad S
Minggu, 08 Februari 2026 | 15:24 WIB
Status Tanggap Darurat Longsor Cisarua Dicabut, Bandung Barat Masuki Tahap Transisi Pemulihan
Warga membersihkan puing bangunan saat mencari korban bencana tanah longsor di Desa Pasirlangu, Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Sabtu (24/1/2026). [ANTARA FOTO/Abdan Syakura/nz]
Baca 10 detik
  • Pemerintah Kabupaten Bandung Barat mencabut status tanggap darurat longsor Cisarua setelah 14 hari penanganan intensif.
  • Penanganan bencana selanjutnya beralih ke tahap transisi menuju pemulihan fokus pada rehabilitasi dan rekonstruksi.
  • Relokasi sekitar 53 unit rumah warga terdampak longsor sedang dikaji, salah satunya memanfaatkan tanah carik desa.

SuaraJabar.id - Setelah 14 hari penanganan darurat yang intensif, Pemerintah Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, secara resmi mencabut status tanggap darurat longsor di Kampung Pasirkuning dan Pasirkuda, Kecamatan Cisarua.

Wakil Bupati Bandung Barat, Asep Ismail menjelaskan, penutupan masa tanggap darurat ini dilakukan setelah mempertimbangkan hasil koordinasi lintas instansi dan komunikasi dengan keluarga korban.

“Dengan mempertimbangkan berbagai pihak masa tanggap darurat ini ditutup, penanganan bencana akan dilanjutkan ke tahap transisi menuju pemulihan,” katanya.

Dalam tahap pemulihan, pemerintah daerah akan memfokuskan langkah pada rehabilitasi dan rekonstruksi, termasuk penyiapan skema relokasi bagi warga yang rumahnya terdampak longsor dan tidak layak huni.

Baca Juga:Hari ke-11 Longsor Cisarua: 85 Jenazah Berhasil Dievakuasi, 68 Korban Teridentifikasi

Incident Commander (IC) penanganan longsor Cisarua, Ade Zakir, menambahkan bahwa inventarisasi kebutuhan menjadi langkah awal, baik untuk perbaikan infrastruktur maupun pemulihan aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat.

“Kami sedang mendata kebutuhan rekonstruksi dan rehabilitasi, tidak hanya infrastruktur fisik, tetapi juga bagaimana roda ekonomi warga bisa kembali berjalan,” ujarnya.

Salah satu solusi krusial yang sedang dikaji adalah relokasi warga terdampak longsor.

“Kebutuhan relokasi sekitar 53 unit. Salah satu alternatif yang dikaji adalah pemanfaatan tanah carik desa, dengan keputusan menunggu hasil musyawarah desa,” kata Ade Zakir.

Baca Juga:Update Longsor Bandung Barat: 83 Kantong Jenazah Dievakuasi, 61 Korban Berhasil Diidentifikasi

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak