Update Longsor Bandung Barat: 83 Kantong Jenazah Dievakuasi, 61 Korban Berhasil Diidentifikasi

Hingga sore ini kemarin 2 Februari 2026, sebuah angka yang memiriskan jiwa kembali dirilis sebanyak 83 kantong jenazah korban longsor telah berhasil dievakuasi.

Andi Ahmad S
Selasa, 03 Februari 2026 | 17:40 WIB
Update Longsor Bandung Barat: 83 Kantong Jenazah Dievakuasi, 61 Korban Berhasil Diidentifikasi
Delapan alat berat disiagakan di titik A2 dalam proses upaya pencarian lorban Longsor Cisarua, Kabupaten Bandung Barat pada Jumat (30/1/2026). ANTARA/Ilham Nugraha
Baca 10 detik
  • Tim SAR gabungan telah mengevakuasi 83 kantong jenazah korban longsor Cisarua pada 2 Februari 2026.
  • Sebanyak 61 korban telah berhasil diidentifikasi oleh tim DVI Polri hingga waktu pelaporan tersebut.
  • Operasi pencarian akan terus dilanjutkan hingga 14 hari ke depan sesuai status tanggap darurat bencana.

SuaraJabar.id - Duka mendalam masih menyelimuti Kampung Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat. Memasuki hari ke-10 operasi pencarian, Tim Search and Rescue (SAR) gabungan terus bekerja keras di lokasi "tanah longsor Cisarua" yang memilukan.

Hingga sore ini kemarin 2 Februari 2026, sebuah angka yang memiriskan jiwa kembali dirilis sebanyak 83 kantong jenazah korban longsor telah berhasil dievakuasi.

"Secara akumulatif hingga sore ini sebanyak 83 kantong jenazah. Jumlah ini sudah melebihi dari jumlah dalam daftar pencarian. Namun dari identifikasi DVI ada kantong jenazah yang melebihi dari satu namun memiliki identitas tunggal,” kata Kepala Kantor SAR Bandung Ade Dian Permana dilansir dari Antara.

Dari total 83 kantong jenazah yang berhasil dievakuasi, Ade Dian Permana menjelaskan bahwa sebanyak 61 korban telah berhasil diidentifikasi oleh tim Disaster Victim Identification (DVI). Rincian identifikasi ini memberikan gambaran yang lebih jelas namun juga menimbulkan pertanyaan baru.

Baca Juga:Tim SAR Evakuasi 10 Jenazah Lagi di Longsor Bandung Barat, Total Korban Capai 70 Orang

45 korban teridentifikasi sesuai dengan daftar pencarian awal, memberikan kepastian bagi sebagian keluarga yang menunggu.

16 korban lainnya berhasil diidentifikasi, namun menariknya, mereka berada di luar data awal daftar pencarian.

"Dua korban teridentifikasi namun tidak tercantum dalam daftar pencarian," sebut Ade.

Dengan demikian, masih terdapat 35 korban yang belum dapat dipastikan identitasnya, termasuk sekitar 20 kantong jenazah yang masih dalam proses identifikasi.

Proses ini adalah bagian krusial untuk memberikan penutupan bagi keluarga yang berduka. Kerja DVI Polri menjadi sangat vital dalam memberikan kepastian ini.

Baca Juga:Longsor Pasirlangu: Empat Kantong Jenazah Baru Ditemukan, Total 64 Korban Dievakuasi

Meskipun telah memasuki hari ke-10, operasi pencarian Cisarua belum akan berhenti. Ade Dian Permana menegaskan bahwa pelaksanaan operasi akan terus dilakukan hingga 14 hari ke depan sesuai dengan keputusan penetapan status tanggap darurat bencana.

"Sesuai dengan keputusan pemerintah terkait tanggap darurat bencana, operasi SAR direncanakan akan terus dilakukan hingga 14 hari ke depan dan akan dievaluasi pada hari ketujuh,” jelasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak