"Keperluan terrain (lapangan) ini selain terjun payung juga untuk lapangan acara. Latihan tembaknya di Gunung Bohong," ucap Machmud.
Sebagi penunjang terrain itu, kemudian dibuatlah sumur bor untuk pemenuhan air.
Menurut Machmud, besar kemungkinan ketika itu pemerintah Hindia-Belanda sudah dipimpim Gubernur Johannes Benedictus van Heutsz.
Ketika itu gubernur yang ditunjuk Kerajaan Belanda itu sempat datang ke Cimahi untuk melakukan sidak pasukan militer.
Gelar pasukannya pun dilaksanakan di Lapangan Sriwijaya dan para menakutkan Cimahi kalau itu ikut menyambutnya.
Baca Juga:Pengusaha Sebut Hal Mengerikan Ini akan Terjadi jika PPKM Level 4 Diperpanjang
"Fungsi utamanya untuk memenuhi kebutuhan tentara Belanda yang latihan di situ. Tapi kemudian memang juga dipakai untuk warga sekitar," ujarnya.
Machmud masih ingat betul sumur bor tersebut pernah berfungsi dengan baik. Sumber air tersebut kerap dimanfaatkan warga hingga rela antre. Airnya tak pernah surut meski saat kemarau.
Kemungkinan tahun 2000-an, sumur bor tersebut tak digunakan lagi sebab tidak berfungsi lantaran ada komponen yang rusak dan tidak diperbaiki lagi. Pintu yang terbuat dari kayu jati itupun ditutup rapat menggunakan gembok.
"Kalau diperbaiki itu pasti airnya masih banyak. Karena Belanda memiliki keahlian menentukan titik sumber air," tukas Machmud.
Kontributor : Ferrye Bangkit Rizki
Baca Juga:Warga Kampung Adat Cireundeu Tetap Jaga Tradisi di Tengah Pandemi