Sementara itu, Kepala KPw BI Provinsi Jabar, Herawanto mengatakan, Borongdong merupakan bukti bahwa Pemda Provinsi Jabar bergerak cepat menggerakkan konsumsi masyarakat untuk mendorong perekonomian khususnya pemulihan ekonomi akibat pandemi.
Herawanto mengatakan dari program nasional BBI itu secara keseluruhan mendorong dari tingkat konsumsi masyarakat untuk belanja produksi-produksi barang buatan Indonesia.
Pihaknya menilai hal ini langkah yang sangat bagus dan jadi bagian penting dari gerakan nasional BBI untuk Jabar.
Bukan sekadar marketplace
Baca Juga:Sambut Digitalisasi dengan Kinerja Moncer, Saham BJBR Prospek Cuan Besar
Sekda Jabar Setiawan, program ICALAN (Inovasi Cara Penjualan) lewat borongdong.id lahir dari semangat membangkitkan UMKM sebagai 80 persen dari 15 ribu ekonomi kreatif yang terdampak pandemi COVID-19.
Pemanfaatan internet dan teknologi digital pun diterapkan agar borongdong.id bisa mengakselerasi implementasi era industri 4.0.
Oleh karena itu program ICALAN ini merupakan salah satu solusi jadi inovasi serta penjualan yang Pemprov Jabar ciptakan ini mendorong untuk mengakselerasi implementasi era industri 4.0 yang semuanya serba internet of thing.
Berikutnya, tidak hanya target pembeli 38 ribu ASN di lingkungan Pemda Provinsi Jabar dan total 330 ribu ASN se-Jabar, Setiawan pun berharap potensi pembelian produk UMKM lokal Jabar bisa merambah ke pembeli nasional.
"ASN secara nasional hampir 3 juta, jumlah ini saya pikir potensinya sangat luar biasa. Dan saya yakin kalau kemasannya baik, standarnya baik, packing sampai delivery tepat waktu dan sebagainya, kenapa tidak kita lintas ke luar Jawa Barat," kata Setiawan.
Baca Juga:10 Artis Jadi Pahlawan Nasional di Film, Ada Dian Sastrowardoyo
Sementara itu, CEO Borongdong Ali Bagus, borongdong.id pun tidak hanya menjadi wadah berjualan bagi para UMKM lokal Jabar.