facebook

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Menjaga Persatuan Indonesia di Tengah Konflik Afghanistan

Ari Syahril Ramadhan Sabtu, 21 Agustus 2021 | 15:15 WIB

Menjaga Persatuan Indonesia di Tengah Konflik Afghanistan
Motor Honda yang dipakai oleh militisi Taliban di Afghanistan. [Twitter/Pajhwok]

Pertikaian antara pendukung Taliban dan penentang Taliban di Indonesia tak akan berpengaruh pada kondisi di Afghanistan.

SuaraJabar.id - Konflik yang terjadi di Afghanistan berpotensi merusak persatuan di Indonesia.

Hal ini bisa terjadi jika konflik di Afghanistan memicu gesekan antara warga yang pro-Taliban dengan yang sebaliknya.

Menanggapi hal ini, Pakar Hukum Internasional dari Universitas Indonesia (UI) Prof Hikmahanto Juwana mengingatkan seluruh masyarakat jangan sampai konflik yang terjadi di Afghanistan merusak persatuan dan kesatuan di Tanah Air.

"Apakah kita akan merusak persatuan di Indonesia terhadap situasi yang terjadi di Indonesia? Saya rasa hal itu tidak perlu terjadi," kata Prof Hikmahanto Juwana saat dihubungi di Jakarta, Sabtu (21/8/2021) dikutip dari Antara.

Baca Juga: 26 WNI Berhasil Dievakuasi dari Afghanistan, Begini Kondisinya

Ia mengingatkan dan mengantisipasi jangan sampai masyarakat di Tanah Air ikut serta menggalang simpatisan atas konflik yang terjadi antara Pemerintah Afghanistan dengan kelompok Taliban karena hal itu dapat merugikan diri sendiri.

Lagi pula, ujar dia, jika ada galangan dukungan dari masyarakat di Tanah Air untuk kelompok yang bertikai, tidak akan berdampak langsung di Afghanistan.

Selain itu, belum tentu semua pihak mengetahui dengan persis apa yang sebenarnya terjadi di Afghanistan. Jika melihat dari pemberitaan yang ada, kelompok Taliban memang menguasai.

Di saat bersamaan ada masyarakat yang melarikan diri ke bandara dan perbatasan-perbatasan hanya untuk keluar dari negara tersebut. Tidak hanya itu, ada juga kelompok anti-Taliban yang menunjukkan perlawanan.

"Artinya, jangan sampai masalah di luar negeri berdampak ke Indonesia yang bisa merusak persatuan karena tidak ada relevansinya," ujar Hikmahanto.

Baca Juga: Apresiasi Evakuasi WNI dari Afghanistan, Pemerintah Diminta Tak Tergesa-Gesa Akui Taliban

Menurut dia, langkah yang paling bijak saat ini adalah tidak mengurusi atau mencampuri urusan internal di Afghanistan karena bagaimana pun negara tersebut memiliki kedaulatan yang mesti dihormati oleh semua pihak.

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait