Namun setelah virus tersebut mewabah, unit pun perlahan berkurang. Ada yang dijual, over credit dan diambil kembali oleh investor yang menanam saham di PT KPM.
"Yang dijual dan over credit itu sekitar 6 unit itu murni punya KPM. Ada yang dibawa sama investor. Kan di KPM itu ada investor yang nyimpen unit. Sekarang tinggal sisa 10 unit," beber Hendra.
Dikatakannya, menjual hingga over credit unit bus terpaksa dipilih sebab tak ada cara lain untuk bertahan ditengah kondisi ini.
Hasil penjualan tersebut digunakan untuk biaya operaisonal dan perawatan bus yang terus dilakukan.
Baca Juga:10 Potret Thisia Halijam, Putri Pariwisata Nikah dengan Anggota DPR, Beda 27 Tahun
Pasalnya, kata dia, kendaraan yang dibiarkan terlalu lama malah akan semakin menimbulkan kerusakan.
Unit bus yang tersisa ini pun kondisinya tak 100 persen dalam kondisi bagus. Terkadang jika bus akan keluar sistem tukar spare part pun jadi pilihan.
"Malah pengeluaran sparepart terus. Misal berangkat satu dua justru dianggap gak jalan karena gak nutup untuk biaya operasional. Yang sisa sekarang juga kan ada kadang kabelnya digigit tikus," sebut Hendra.
Kontributor : Ferrye Bangkit Rizki
Baca Juga:Kalasenja Family, Glamour Camping Kekinian Sedang Hits di Cimahi