alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Bawa Ratusan Ribu Masker, Gerakan Mobil Masker Sambangi Pangandaran

Ari Syahril Ramadhan Senin, 20 September 2021 | 19:28 WIB

Bawa Ratusan Ribu Masker, Gerakan Mobil Masker Sambangi Pangandaran
Gerakan Mobil Masker untuk Masyarakat [BNPB via ANTARA].

Ia menyebutkan bahwa angka kepatuhan masyarakat Pangandaran dalam menjalankan protokol kesehatan masih dianggap rendah.

SuaraJabar.id - Sebanyak 10 kecamatan di Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat disambangi oleh Gerakan Mobil Masker.

Ada 40 relawan yang dikerahkan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Satuan Tugas Penanganan Covid-19 (Satgas Covid-19) ke Pangandaran.

Sebanyak 20 unit Mobil Masker yang masing-masing membawa 10.000 masker membawa para relawan menuju Pangandaran dengan titik start di Sekretariat Satgas Covid-19, Gedung Is Plaza, Jakarta Pusat, Jumat (17/09/2021).

"Pukul 07.00 WIB kami akan berangkat menuju Pangandaran via Tol Padaleunyi (Padalarang-Cileunyi) dan memutar arah Nagrek, Malangbong, Ciamis lalu tiba di BPBD Pangandaran untuk apel dulu," ujar Tenaga Ahli Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Brigjen Pol (Purn) Imam Pramukarno.

Baca Juga: Ratusan Sekolah di Bandung Barat Absen di Hari Pertama PTM

Menurut Imam, tim akan bergerak menuju sasaran lokasi di 10 kecamatan.

Sasaran atau obyek pembagian masker antara lain kampung nelayan, pedagang kaki lima kuliner nelayan, tempat ibadah, sekolah (SD/SMP/SMA), pangkalan ojek, pasar tradisional dan pasar ikan.

Kepatuhan Prokes, Pangandaran Terendah
Imam menyebutkan bahwa angka kepatuhan masyarakat Pangandaran dalam menjalankan protokol kesehatan masih dianggap rendah.

Bahkan dibandingkan wilayah Kabupaten dan Kotamadya lainnya di Provinsi Jawa Barat, pada Februari 2021, Pangandaran tercatat sebagai wilayah paling tidak taat prokes.

"Hasil ratas, wilayah Pangandaran masih rendah kepatuhannya terhadap prokes. Karena itu dilakukan kegiatan Gerakan Mobil Masker untuk Masyarakat khusus di wilayah BPBD Ciamis/ Pangandaran," ujar Imam.

Baca Juga: Mulai Hari Ini, Polda Sumut Gelar Operasi Patuh Toba 2021

Sama seperti sebelumnya, GMM dilakukan selama tiga hari berturut-turut. Selain membagikan masker, para relawan juga melakukan edukasi kepada masyarakat agar menjalankan protokol kesehatan dengan benar dan taat. Setiap orang yang ditemui relawan akan mendapatkan 4 masker kain yang bisa digunakan lagi setelah dicuci.

"Dengan demikian bisa digunakan terus," ujar Imam.

Sebelumnya, GMM telah melakukan aktivitas menyebar masker ke wilayah DKI Jakarta, kemudian berlanjut ke Depok, Tangerang, dan Bekasi, lalu ke Bogor dan Wilayah Jawa Barat. Berlanjut ke Jalur Pantura.

Sementara di luar Pulau Jawa, GMM sudah menjalankan program di Provinsi Aceh dan Bali.

Menurut Imam, harapannya GMM ini bisa diadaptasi dan diduplikasi oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) di seluruh Indonesia.

Dengan demikian seluruh warga dan masyarakat Indonesia tersentuh. BNPB dan Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 di seluruh Tanah Air menggaungkan pentingnya memakai masker sebagai bagian dari 3M dengan jargon #PakaiMaskerHargaMati. Masker merupakan ‘senjata’ yang ampuh dalam menangkal serangan virus SARS-CoV-2 penyebab Covid-19.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait