Ngeri! Warga Ciamis Ngaku Diancam akan Dibunuh dengan Cara Disantet Gara-gara Ini

Saya memang sangat kritis terhadap apa yang menjadi kebijakan pemerintahan desa terkait penggunaan anggaran, namun apakah itu salah?" ujarnya.

Ari Syahril Ramadhan
Rabu, 29 September 2021 | 10:45 WIB
Ngeri! Warga Ciamis Ngaku Diancam akan Dibunuh dengan Cara Disantet  Gara-gara Ini
ILUSTRASI Santet. (12/10/2020). [Facebook]

Lanjut Jotak, selama ini pihaknya mengaku sebagai salah seorang warga yang selalu kritis terhadap pemerintahan Desa Banjaranyar, baik dalam segi kinerja, maupun penerapan anggaran.

“Saya memang sangat kritis terhadap apa yang menjadi kebijakan pemerintahan desa terkait penggunaan anggaran, namun apakah itu salah? Sehingga menjadi salah satu pemicu kepala desa melakukan tindakan seperti ini, ini sangatlah tidak rasional,” ungkap Jotak.

Salah satu kritik yang Jotak sampaikan bersama kelompok masyarakat yakni soal anggaran dana padat karya tunai yang diduga tidak direalisasikan selama tahun 2018 dan 2019.

Jotak juga menyayangkan sikap Kades Banjaranyar yang melontarkan kata kata kasar di depan umum saat proses mediasi.

Baca Juga:Mandi di Danau Bekas Galian Pasir di Tangerang, Bocah Perempuan 8 Tahun Hilang

Lantaran proses mediasi ini gagal, lanjut Jotak, ia bersama sejumlah warga Banjaranyar lainnya akan melaporkan kepala desa ke Polsek Banjarsari atas dugaan adanya perbuatan tidak menyenangkan.

Senada dengan itu, Oky Herna Suganda Ketua BPD Desa Banjaranyar juga mengakui jika ia juga menjadi salah satu orang yang masuk dalam target dugaan pengancaman santet yang didalangi oleh kepala desa Banjaranyar.

“Awalnya saya mengetahui informasi ini dari salah seorang mantan pegawai desa yang menyebutkan, bahwa dirinya pernah diperintahkan oleh kepala desa untuk berupaya mengguna-guna saya lewat media orang pintar (dukun), bahkan luar biasa sampai ada lima dukun yang ia datangi untuk menyantet saya,” jelasnya.

Alasan Kades ingin menyantet Oki tak lain agar dirinya tidak menjadi orang yang kritis di desa.

“Bahkan ada yang lebih parah, katanya suruh dukun untuk membinasakan saya dengan santet,” ungkapnya.

Baca Juga:Eks Camat di Sumut Tersangka Korupsi Dana Desa Ditahan

Sementara itu, Kepala Desa Banjaranyar, Tata, menyangkal jika ia telah memerintahkan keempat mantan perangkat desa untuk pergi ke dukun dengan tujuan mengguna-guna kedua orang tersebut.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini

Tampilkan lebih banyak