Bupati Karawang Pertanyakan Pernyataan Wapres Soal Penduduk Miskin Ekstrem di Wilayahnya

"Aku mau tahu dulu data BPS (Badan Pusat Statistik) ini benar apa tidak?" kata Bupati Karawang Cellica Nurrachadiana.

Ari Syahril Ramadhan
Jum'at, 01 Oktober 2021 | 17:17 WIB
Bupati Karawang Pertanyakan Pernyataan Wapres Soal Penduduk Miskin Ekstrem di Wilayahnya
ILUSTRASI penduduk miskin. [Suara.com/Angga Budhiyanto]

Rincian angka penduduk miskin ekstrem di lima kabupaten tersebut ialah 90.480 jiwa di Kabupaten Cianjur, 93.480 jiwa di Kabupaten Bandung, 69.090 jiwa di Kabupaten Kuningan, 106.690 jiwa di Kabupaten Indramayu dan 106.780 jiwa di Kabupaten Karawang.

Sementara itu, Kepala BPS Karawang Budi Cahyono sebelumnya menyampaikan jumlah penduduk miskin atau masyarakat yang berada di bawah garis kemiskinan di Karawang, Jawa Barat mengalami peningkatan hingga 8,26 persen selama pandemi COVID-19.

"Dilihat dari grafiknya, jumlah penduduk miskin di Karawang pada 2020 meningkat dibandingkan setahun sebelumnya," kata dia.

Jika dipersentasekan, penambahan jumlah penduduk miskin dari tahun 2019 ke tahun 2020 mencapai 8,26 persen.

Baca Juga:Ada Insiden Berdarah, Bupati Karawang Evaluasi PTM

Menurut dia, dengan jumlah penduduk miskin di Karawang yang mencapai lebih dari 195 ribu jiwa, maka penduduk miskin di Karawang menjadi yang tertinggi ketujuh di Jawa Barat.

"Dari data yang ada, jumlah penduduk miskin di Karawang itu tertinggi ketujuh dari 27 kabupaten/kota, dan menyumbang 4,98 persen dari jumlah total penduduk miskin se-Jabar yang mencapai 3,92 juta per Maret 2020 lalu," katanya.

Kenaikan jumlah penduduk miskin di masa pandemi COVID-19 itu dipicu rendahnya daya beli masyarakat.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini

Tampilkan lebih banyak