Apalagi lahir dan besar di Tasikmalaya, merasa terpanggil untuk mendarmabaktikan pengalaman yang dimilikinya di Unsil Tasikmalaya.
“Urusan menag atau kalah itu tergantung Allah saja. Sudah ditetapkan di laohull mahfudz saya hanya menjemput saja,” katanya.
Prof Dr Nandang Alamsyah Deliarnoor merupakan guru besar Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Unpad Bandung.
Ia memiliki komitmen yang kuat untuk membangun Unsil menjadi universitas yang lebih baik di masa depan.
Baca Juga:Fakta Baru Kasus Anggota TNI AD Tabrak Dua ABG lalu Dibuang ke Sungai
Sebagai keturunan Siliwangi, ia menganggap Wangsit Siliwangi harus menjadi budaya kerja organisasi yang dijalankan di Unsil.
Kata Nandang Alamsah Wangsit Siliwangi itu berarti, Wani, Alus Budi, Ngageuing, Someah, Ilahar dan Teguh.
Sedangkan Siliwangi bisa dijabarkan Sumanget, Imut,Lungguh, Iceus, Wanoh, Alus Lampah, Nalaktak, Gumbira dan Iman.
Niatnya untuk memajukan Unsil agar lebih baik dan lebih maju di masa depan diharapkan bisa menjadi jembatan untuk menjadi Rektor Unsil.
Sekretaris Panitia pemilihan Rektor Unsil, Dr Iwan Wasandani mengatakan ada 10 bakal calon Rektor yang sebelumnya mengambil berkas pendaftaran.
Baca Juga:Pelaku Anggota TNI, Polisi Serahkan Kasus Tabrak Lari Pasangan Sejoli ke Pomdam III
Dan yang pertama mengembalikan adalah Prof Muradi disusul oleh Prof Iis Marwan dan juga Prof Dr Nandang Alamsyah Deliaroor.