"Terus ada tahanan yang dikurung di bangunan itu, sareng tempat memantau musuh," ucapnya.
Ingatan Abah Atang pun kembali ke masa Pemerintahan Hindia-Belanda. Ketika zaman penjajahan ia sempat melihat tank yang di bawa tentara Belanda hilir mudik naik ke atas bukit yang sekarang dinamai bukit Pasir Gagak.
Melihat sejarahnya, Abah Atang pun menyayangkan kondisi benteng itu kini sudah rusak dan tak terurus.
Padahal dulu kondisinya masih utuh dan tak serusak sekarang ini, dikarenakan banyaknya penjarahan besi-besi di benteng itu.
Baca Juga:Kawasan Wisata Lembang Diserbu Wisatawan selama Libur Natal
Apalagi berdasarkan cerita dari para pendahulunya, di Benteng Gedong Dalapan diyakini ada sejumlah
harta karun yang mempercayai masih tersimpan didalam ruangan itu milik pemerintah Kolonial Belanda.
"Ya mau percaya atau tidak, banyak harta kartun peninggalan di sana seperti pedang samurai di sana," ungkap Abah Atang.
Terpisah, Kepala Seksi Sejarah dan Perpurbakalaan pada Dinas Pariwisata dan Kebudayaan KBB Asep Diki Hidayat mengatakan, Benteng Gedong Belanda ymasuk database untuk direkomendasikan untuk dijadikan sebagai Cagar Budaya.
"Sudah masuk database kita. Bulan ini sampai Desember tim ahli cagar budaya (TACB) KBB sedang verifikasi peninggalan-peninggalan yang ada di database kita," ungkap Asep Diki.
Kontributor : Ferrye Bangkit Rizki
Baca Juga:Petani di Bandung Barat Babat Habis Ribuan Pohon Tomat Gara-gara Ini