alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Warga Garut Diminta Waspadai Potensi Bencana Hingga Februari 2022

Ari Syahril Ramadhan Rabu, 12 Januari 2022 | 14:42 WIB

Warga Garut Diminta Waspadai Potensi Bencana Hingga Februari 2022
ILUSTRASI - Wakil Bupati Garut Helmi Budiman (kedua kanan) meninjau daerah terdampak banjir bandang di Kecamatan Sukawening, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Minggu (28/11/2021). [Antara]

"Kami harap masyarakat mau bekerja sama, meminimalisir risiko bencana seperti membersihkan drainase agar tidak banjir akibat penyumbatan," kata dia.

SuaraJabar.id - Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Garut Satria Budi mengatakan, pihaknya mengimbau masyarakat mewaspadai ancaman bencana alam saat puncak musim hujan.

Puncak musim hujan itu kata Satria, diperkirakan terjadi Januari hingga Februari 2022.

"Masyarakat tetap waspada karena potensi bencana di Garut ini memang tinggi, terlebih saat musim hujan yang puncaknya Januari dan Februari," kata Satria Budi di Garut, Rabu (12/1/2022) dikutip dari Antara.

Ia menuturkan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melaporkan bahwa puncak hujan diprediksi terjadi pada Januari dan Februari, kemudian hujan diprediksi masih terjadi hingga beberapa bulan berikutnya.

Baca Juga: BNPT Sebut Garut Punya Potensi Radikalisme Tinggi

Informasi itu, kata dia, menjadi peringatan dini bagi pemerintah daerah untuk meningkatkan kewaspadaan akan terjadinya bencana alam saat hujan.

"Kami dari BPBD ini setiap hujan selalu waspada, siaga, jika terjadi sesuatu kami langsung turun, namun kami berdoa mudah-mudahan tidak terjadi apa-apa," kata Satria.

Ia menyampaikan Kabupaten Garut merupakan daerah yang memiliki potensi bencana tanah longsor, banjir, pergerakan tanah dan angin kencang yang sering kali merobohkan pohon tua.

Ancaman itu, kata dia, semakin tinggi saat musim hujan, seperti yang terjadi selama turun hujan sebelumnya beberapa kali terjadi longsor dan banjir bandang di sejumlah kecamatan.

"Kami harap masyarakat mau bekerja sama, meminimalisir risiko bencana seperti membersihkan drainase agar tidak banjir akibat penyumbatan," katanya.

Baca Juga: 5 Tempat Wisata di Indonesia Ini Ternyata Sempat Hancur Usai Dihantam Bencana Alam

Ia menambahkan masyarakat juga harus selalu bergotong royong dengan memotong batang pohon yang berisiko menimpa rumah atau orang di bawahnya.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait