facebook

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Pengamat Nilai Pernyataan Arteria Dahlan Soal Bahasa Sunda Bisa Bikin Suara PDIP di Jabar Anjlok

Ari Syahril Ramadhan Minggu, 23 Januari 2022 | 14:53 WIB

Pengamat Nilai Pernyataan Arteria Dahlan Soal Bahasa Sunda Bisa Bikin Suara PDIP di Jabar Anjlok
Baliho bertuliskan "Arteria Dahlan Musuh Orang Sunda" terpantau terpasang di Jalan tamansari, Kota Bandung pada Rabu (19/1/2022). [Suara.com/Cesar Yudistira]

"Itu bisa jadi, bahkan beberapa daerah yang masih kuat PDIP-nya itu akan mengalami penurunan suara dan dapat dimanfaatkan oleh partai lain," ujarnya.

SuaraJabar.id - Politikus PDI Perjuangan Arteria Dahlan telah meminta maaf pada orang Sunda dan warga Jawa Barat terkait pernyataannya yang berkaitan dengan Bahasa Sunda.

Namun, Pengamat Politik dan Pakar Hukum Tata Negara, Prof Asep Warlan Yusuf menilai bahwa ucapan Arteria Dahlan itu bakal membawa konsekuensi bagi partai tempatnya bernaung, PDI Perjuangan.

Asep menyebut, kasus Arteria yang menyinggung bahasa Sunda bisa membuat suara PDIP di Jawa Barat anjlok.

Meskipun anggota DPR RI Komisi III Fraksi PDIP itu telah meminta maaf kepada publik, menurut Asep, hal tersebut tidak membereskan perkara secara langsung.

Menurutnya, perkataan Arteria yang meminta Jaksa Agung untuk memecat Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) karena menggunakan bahasa Sunda dalam rapat kerja itu berdampak besar, terutama terhadap masyarakat Sunda.

Baca Juga: Meski Arteria Dahlan Sudah Minta Maaf, PDIP Terancam Diboikot di Cianjur saat Pemilu

Guru Besar Hukum Tata Negara Prof Asep Warlan. [Antara]
Guru Besar Hukum Tata Negara Prof Asep Warlan. [Antara]

"Secara etika itu tidak cukup dia meminta maaf, karena kan dia (Arteria Dahlan) sebagai anggota Dewan. Harusnya itu dilakukan pemberhentian secara tidak hormat," ucapnya saat dihubungi, Minggu (23/1/2022).

Bahkan, menurutnya, hal tersebut akan berdampak pada pemilihan suara di Jabar pada Pemilihan Umum atau Pemilu 2024 nanti, terlebih jika PDIP tidak mengambil sikap dengan melakukan pemberhentian Arteria sebagai anggota Dewan.

"Bisa jadi (suara PDIP di Jabar anjlok), kecuali beda lagi ceritanya kalau PDIP langsung memberikan respons sangat pro kepada masyarakat Sunda khususnya dengan cara memberhentikan dia sebagai Anggota Dewan," ucapnya

"Dan itu mungkin bisa sedikit menjadi obat kepada masyarakat khususnya Sunda, bahwa PDIP betul-betul komitmen kepada perlindungan budaya khususnya bahasa," ucapnya

Asep menambahkan, jika PDIP tidak mengambil langkah tersebut, maka penurunan suara di Jawa Barat bisa terjadi. Bahkan ia menambahkan penurunan tersebut bisa sangat signifikan.


"Jadi intinya kalau menurut saya sayang penting untuk segera direspons oleh pimpinan di PDIP. Jadi sebelum Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) bertindak, itu harus sudah diberhentikan, dan itu sangat keren pastinya dan itu bisa mengobati kekecewaan Arteria yang hanya sekedar minta maaf kepada publik," katanya

Ia juga mengatakan, jika suara PDIP di Jawa Barat merosot, maka bisa menguntungkan partai pesaing pada Pemilu nanti.

"Itu bisa jadi, bahkan beberapa daerah yang masih kuat PDIP-nya itu akan mengalami penurunan suara dan dapat dimanfaatkan oleh partai lain," ujarnya

Sehingga Asep mengatakan, sanksi yang pantas didapatkan oleh Arteria Dahlan yakni pemberhentian sebagai anggota Dewan.

"Jadi menurut saya sanksi yang pantas ya pemberhentian dia sebagai anggota Dewan, karena sikap dia itu saya lihat sangat tidak logis dan tidak wajar, dia meminta kepada jaksa agung untuk memecat kajati yang berbicara bahasa Sunda, bukan soal kinerja atau perbuatan tercela, ini malah yang berbicara bahasa Sunda malah diminta diberhentikan, itu kan fatal," ucapnya.

Sementara itu, ketika ditanya soal PDIP yang dinilai sering kurang mendapat apresiasi dari masyarakat, Asep menegaskan partai tersebut dinilai sangat tidak demokratis.

"Orang banyak yang menilai PDIP sangat tidak demokratis, seperti ketika orang sedang protes dalam sidang Pleno dimatikan mic-nya, terakhir kita lihat belum ada instruksi langsung diketok palu. Bahkan Bu Puan kan sangat menjunjung demokrasi, dan mestinya itu harus melayani, apa lagi ditambah ini (kasus Arteria Dahlan)," ungkapnya.

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait