Biar Tak Nongkrong Sepulang Sekolah, Orang Tua Diimbau Tak Beri Uang Jajan pada Anaknya yang Ikut PTM

"Jadi lebih baik dikasih makan aja, biar nanti dimakan, kan higienis juga," Ketua Satgas Penanganan COVID-19 Kota Bandung.

Ari Syahril Ramadhan
Rabu, 02 Februari 2022 | 16:22 WIB
Biar Tak Nongkrong Sepulang Sekolah, Orang Tua Diimbau Tak Beri Uang Jajan pada Anaknya yang Ikut PTM
ILUSTRASI - Plt Wali Kota Bandung Yana Mulyana meninjau pembelajaran tatap muka di sekolah. [ANTARA/HO-Humas Pemkot Bandung]

SuaraJabar.id - Orang tua siswa di Kota Bandung diimbau untuk tidak memberikan uang jajan pada anak mereka yang mengikuti pembelajaran tatap muka atau PTM

Imbauan itu disampaikan Ketua Satgas Penanganan COVID-19 Kota Bandung Asep Gufron. Tujuannya, untuk mencegah para siswa tidak langsung pulang ke rumah setelah proses PTM di sekolah selesai.

Pasalnya kata Asep, jika para siswa berkumpul atau bermain sepulang sekolah, hal tersebut dapat meningkatkan risiko penyebaran COVID-19.

"Jadi saya imbau orang tua SD, SMP, itu anaknya jangan dikasih jajan, uang jajan," kata Asep di Balai Kota Bandung, Jawa Barat, Rabu (2/2/2022) dikutip dari Antara.

Baca Juga:Ada Kluster di Sekolah, Gibran Pastikan PTM Tetap Berjalan: Tenang Saja!

Karena menurutnya peran orang tua sangat penting untuk dapat mencegah COVID-19 di lingkungan pendidikan atau di lingkungan keluarga.

Ia mengatakan meski anak tak diberi uang jajan, menurutnya hal tersebut bisa diganti dengan memberi bekal makanan dari rumah. Selain hemat, menurutnya anak-anak dapat dipastikan mendapat makanan yang higienis.

"Jadi lebih baik dikasih makan aja, biar nanti dimakan, kan higienis juga," kata dia.

Dia mengatakan para siswa yang tidak langsung pulang ke rumah setelah pelaksanaan PTM menjadi permasalahan bagi pengendalian COVID-19 di sektor pendidikan. Pasalnya pihak sekolah hanya dapat memastikan protokol kesehatan berjalan di sekolah.

"Jadi sekolah wajib punya Satgas, mereka harus mengedukasi, mengevaluasi, dan membubarkan siswa ketika sepulang sekolah," kata dia.

Saat ini telah ditemukan sebanyak 14 orang di lingkungan pendidikan yang terkonfirmasi COVID-19 berdasarkan tes acak di sejumlah sekolah. Dari 14 orang tersebut, 13 orang di antaranya merupakan siswa dan satu orang guru.

Baca Juga:Pemain Persib Tersisa 13 Orang, Laga Kontra PSM Makassar Malam Ini Resmi Ditunda

"Kita terus lacak bukan hanya di lingkungan sekolah, kita terus upayakan testing dan tracing, itu otomatis," kata Asep.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak