Apa Itu Token ASIX? Bisnis Kripto Anang Hermansyah Lagi Viral Tapi Dilarang Bappebti

Dari proyek pengembangan 5 game P2E atau pay to earn seperti game congklak, marketplace untuk non-fungible token (NFT), serta pembuatan metaverse bernama Nusantaraverse.

Pebriansyah Ariefana
Jum'at, 11 Februari 2022 | 14:24 WIB
Apa Itu Token ASIX? Bisnis Kripto Anang Hermansyah Lagi Viral Tapi Dilarang Bappebti
Anang Hermansyah, Bimbim dan Kaka Slank [YouTube: The Hermansyah]

SuaraJabar.id - Token ASIX lagi viral karena dilarang Bappebti atau Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi. Token ASIX adalah bisnis kripto milik Musisi Anang Hermansyah.

Dikutip dari AyoBandung, Token Asix dikembangkan Anang Hermansyah memiliki 3 proyek yang menjadi utilitasnya.

Di antaranya, dari proyek pengembangan 5 game P2E atau pay to earn seperti game congklak, marketplace untuk non-fungible token (NFT), serta pembuatan metaverse sendiri yang bernama Nusantaraverse.

Khusus untuk game P2E dan marketplace NFT, ditargetkan akan meluncur pada Maret 2022.
Sedangkan Nusantaraverse ditargetkan meluncur pada kuartal III-2022.

Baca Juga:Fakta Mahalini, Pacar Rizky Febian yang Jarang Mandi Tapi Pernah Dipuji Anang Hermansyah

Deretan artis beramai-ramai untuk membeli token di NFT milik Anang Hermansyah, yakni token Asix.

Beberapa di antaranya, Atta Halilintar, Ariel Noah, Judika, Kevin Aprilio, Indra Bekti, dan Titi Kamal.

Akibat laris di pasaran, Anang Hermansyah mengungkapkan bahwa NFTnya tersebut menjadi top gainers di Binance.

Pihak Anang Hermansyah juga telah mempersiapkan dan mematangkan tiga proyek besar serba Indonesia yang rencananya akan dijual oleh token Asix.

Namun permasalahan datang, Token Asix resmi dilarang diperdagangkan. Bappebti yang melarang token Asix diperdagangkan, token kripto milik Anang Hermasnyah itu merosot pada zona merah.

Baca Juga:Punya Harta Rp1.245 Triliun, Bos Binance Tanamkan Modal Raksasa untuk Forbes

Harga token Asix berada di 0,0000042 dolar AS atau jeblok hingga 28,16 persen dalam 24 jam terakhir.

Situs CoinMarketCap mencatat, token Asix tersebut berada pada peringkat 2.965. Adapun harga token Asix sempat anjlok ke level terendah, pada pukul 15.10 WIB kemarin di 0,0000029 dolar AS.

Token tersebut dilarang diperdagangkan lantaran tak masuk dalam daftar 229 aset kripto yang boleh diperdagangkan dalam transaksi aset kripto di Indonesia.

"Selamat siang, dapat kami sampaikan bahwa token ASIX dilarang untuk diperdagangkan, karena tidak termasuk dalam 229 aset kripto yang boleh diperdagangkan dalam transaksi aset kripto di Indonesia," tulis Bappebti dalam akun Twitternya.

Anang Hermansyah pun langsung membuat klarifikasi. Anang secara tegas mengatakan bahwa token ASIX bukan dilarang diperdagangkan, tapi belum bisa diperdagangkan di exchanger Kripto Indonesia, karena sedang dalam proses daftar ke Bappebti.

"Sehingga saat ini belum masuk ke daftar 229 aset kripto yang terdaftar di Indonesia. Perlu diketahui bersama bahwa perdagangan kripto itu ada dua cara; pertama melalui dex (dexentralize exchange) dan cex (centralize exchange), dan saat ini asix token hanya bisa diperjualbelikan di dex yang bernama Pancake Swap," tulis Anang Hermansyah, Kamis (10/2/2022).

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak