Usai "ngapel" ke pacarnya, terduga pelaku berhenti di Tempat Kejadian Perkara (TKP) yang tak jauh dari rumah korban. Terduga pelaku kemudian menelpon pacarnya di depan korban yang saling kenal.
Dalam percakapan, pacar terduga pelaku menanyakan siapa yang berada di samping jalan. Terduga pelaku menjawab korban dengan sebutan "bernyit" atau anak kecil. Korban pun tersinggung.
"Korban merasa tidak terima dengan perkataan pelaku, lalu ada adu mulut (cekcok)," ucap Deni.
Teman terduga pelaku mencoba melerai dan mencoba untuk membawa pergi. Namun tak terduga terduga pelaku loncat dan langsung menusuk bagian punggung korban dengan senjata tajam.
Baca Juga:Dikepung Zona Merah, Purwakarta Naik Status ke PPKM Level 3
"Jadi bukan karena asmara, tapi karena tersinggung. Pelaku langsung kabur. Senjata yang digunakan itu dibawa pelaku. Sementara temannya ditinggal," ujar Deni.
Kontributor : Ferrye Bangkit Rizki