Jelang Ramadhan, Kota Bandung Pasang Target Turun Status ke PPKM Level 2

"Tapi kita tidak bisa berdiri sendiri, kota Bandung itu karena aglomerasi, jadi itu tergantung aglomerasi yang ada di Bandung Raya," ujarnya.

Ari Syahril Ramadhan
Rabu, 23 Maret 2022 | 13:35 WIB
Jelang Ramadhan, Kota Bandung Pasang Target Turun Status ke PPKM Level 2
ILUSTRASI - Sejumlah kendaraan melintas di Jalan Cibereum, Kota Bandung. [Ayobandung.com]

SuaraJabar.id - Ketua Harian Satgas Covid-19 Kota Bandung Asep Saeful mengatakan pihaknya memasang target menurunkan status Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang saat ini berada di PPKM level 3 ke PPKM level 2 jelang Bulan Suci Ramadhan Ini.

Ia juga mengaku optimis kasus COVID-19 di Kota Bandung semakin terus melandai sehingga penurunan level PPKM bisa terlaksana.

"Tapi kita tidak bisa berdiri sendiri, kota Bandung itu karena aglomerasi, jadi itu tergantung aglomerasi yang ada di Bandung Raya. Kalau semua sama ya Insya Allah kita jadi level 2," ujar Asep, Rabu (23/3/2022).

Asep menjelaskan, dengan kondisi penurunan kasus yang signifikan ia optimis Kota Bandung bisa segera turun ke level 2 yang berdampak terhadap pelonggaran-pelonggaran di berbagai sektor.

Baca Juga:Mantan Dirut Waskita Beton Precast Jarot Subana Jadi Penghuni Baru Lapas Sukamiskin

"Untuk Bed Occupancy Rate (BOR) 27,29 persen, serta Positivity rate di 8,6. Jadi memang kita yang terpapar itu sekarang 2.572 orang, jadi penurunan ya lumayan signifikan," lanjut Asep.

Meski begitu, menurutnya penurunan status PPKM di Kota Bandung tetap bergantung kepada wilayah aglomerasi. Lanjut dia, penentuan level bergantung pada mekanisme asesmen yang dilakukan satu minggu sekali oleh Pemerintah Pusat.

"Yang melakukan penilaian itu kan pusat, kalau kita hanya bisa membaca dari segi apa yang diuapayakan kita, kita tidak bisa interfensi terhadap kebijakan kab/kota termasuk aglomerasi. Karena, yang mempunyai kewenangan itu pusat untuk melakukan asesmen," lanjutnya.

Namun, jelas Asep, kondisi vaksinasi Kota Bandung saat ini berada di angka 112 persen untuk dosis satu, untuk dosis dua berada di angka 102,74 persen dan dosis ketiga atau booster di angka 21 persen.

"Itu kan sebagai bentuk percepatan yang kita lakukan untuk bisa ke level 2 dan terbentuknya herd immunity," jelasnya.

Baca Juga:Penderita Hipertensi Hindari Jenis Makanan Ini di Bulan Ramadhan

Maka dari itu, Asep mengimbau kepada Masyarakat untuk tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan atau minimal memakai masker termasuk pemanfaatan aplikasi PeduliLindungi dalam melaksanakan aktivitas sehari-hari.

"Tetap jaga prokes, penerapan PeduliLindungi dalam aktivitas sehari-hari guna menjaga momentum penurunan kasus Covid-19," tandasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan John Herdman? Pelatih Baru Timnas Indonesia
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Otak Kanan vs Otak Kiri, Kamu Tim Kreatif atau Logis?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 10 Soal Bahasa Inggris Kelas 12 SMA Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Sehat Ginjalmu? Cek Kebiasaan Harianmu yang Berisiko Merusak Ginjal
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Ekstrovert, Introvert, Ambivert, atau Otrovert?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak