Dedi Mulyadi Pergoki Pengemis Pura-pura Berkaki Buntung, Langsung Dipulangkan ke Kampung

Pengemis itu biasa beraksi di wilayah Kabupaten Subang, Jawa Barat, kata Dedi.

Erick Tanjung
Minggu, 29 Mei 2022 | 21:58 WIB
Dedi Mulyadi Pergoki Pengemis Pura-pura Berkaki Buntung, Langsung Dipulangkan ke Kampung
Anggota DPR RI Dedi Mulyadi bersama pengemis modus kaki buntung. Antara/HO-dok Dedi Mulyadi

SuaraJabar.id - Anggota DPR RI Dedi Mulyadi memulangkan seorang pengemis yang pura-pura berkaki buntung ke kampung halamannya di Kabupaten Bandung, Jawa Barat.

“Pengemis itu biasa beraksi di wilayah Kabupaten Subang, Jawa Barat,“ kata Dedi dalam keterangannya di Purwakarta, Minggu (29/5/2022).

Aksi pengemis dengan modus kaki buntung bernama Rasyidin (35) terbongkar saat Dedi akan menuju Jakarta dari rumahnya di Lembur Pakuan, Subang. Di perjalanan ia melihat Rasyidin sedang mengemis dengan cara merangkak menyusuri jalan.

Saat dihampiri Rasyidin mengaku akan pulang ke rumah kontrakannya, di Pasar Lama Pagaden, Subang. Ia mengaku kakinya buntung karena mengalami kecelakaan.

Baca Juga:Polisi Terima Tiga Laporan Terkait Dugaan Penganiayaan yang Dilakukan Anggota DPR RI Benny K Harman

“Ayo saya anterin naik mobil saya,” kata Dedi seraya mengajak Rasyidin, tapi ditolak oleh Rasyidin yang mengaku ingin pulang menggunakan angkutan umum.

Kecurigaan pun mulai muncul saat Kang Dedi memperhatikan ternyata Rasyidin masih muda, berbadan sehat dan bertato. Singkat cerita Rasyidin pun akhirnya diantar pulang dengan ojek yang dibayarkan oleh Dedi.

Lagi-lagi kecurigaan muncul saat Rasyidin dengan cekatan loncat dari bawah ke jok sepeda motor. Hingga akhirnya Dedi memilih untuk mengikuti ojek tersebut. Dari dalam mobil Dedi semakin yakin jika Rasyidin hanya pura-pura, hingga akhirnya ojek kembali disetop.

“Akang teu (tidak) buntung ya? Ternyata dilipat kakinya ditutup celana panjang. Udah jujur buka saja,” kata Dedi sambil membuka ikatan celana panjang yang dikenakan Rasyidin.

Benar saja, Rasyidin memiliki kaki normal dan dilipat di dalam celana agar terlihat buntung, sehingga bisa menarik simpati warga untuk memberikan uang.

Baca Juga:Kabar Gembira, Konser Musik Boleh Digelar di Kabupaten Bandung

Hal tersebut menarik perhatian warga sekitar dan langsung mengerubuti Dedi. Bahkan, di antara warga banyak yang mengaku tertipu karena sebelumnya sering memberi uang kepada Rasyidin.

Ternyata dalam sehari, pengemis yang pura-pura buntung itu bisa mendapatkan uang sekitar Rp500 ribu per hari.

“Ini uang Rp500 ribu untuk disetorin ke istri sama anak di Soreang,” kata Rasyidin.

Karena aksi tipu-tipunya sudah ketahuan, Rasyidin pun akhirnya pasrah ikut masuk ke mobil Dedi. Di dalam mobil, ia bercerita sejak awal ia tak mau ikut karena mengenal Dedi Mulyadi.

Rasyidin mengaku sudah setahun terakhir mengemis dengan kondisi pura-pura kaki buntung.

“Sehari dapat Rp500 ribu, paling sedikit Rp300 ribu. Nanti uangnya setiap hari dikirim ke istri dan anak. Istri nggak tahu saya begini, tahunya mengamen,” tuturnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak