facebook

Highlight Terpopuler News Lifestyle Indeks

Banyak yang Sudah Tua dan Hanya Punya HP Jadul, Sopir Angkot: Sudah Susah Jangan Dibuat Tambah Susah dengan MyPertamina

Ari Syahril Ramadhan Rabu, 29 Juni 2022 | 21:20 WIB

Banyak yang Sudah Tua dan Hanya Punya HP Jadul, Sopir Angkot: Sudah Susah Jangan Dibuat Tambah Susah dengan MyPertamina
Angkot trayek Sukaraja-Sukalarang-Gebrong. [Sukabumiupdate.com/akun facebook Iyuss Nirdyansyah]

"Karena dengan adanya aplikasi tersebut secara langsung sopir harus menggunakan HP yang dapat menunjang aplikasi itu," ucapnya.

SuaraJabar.id - Kota Sukabumi, Jawa Barat bakal melakukan uki coba BBM bersubsidi jenis solar dan pertalite dengan menggunakan aplikasi pada 1 Juli 2022.

Merespon rencana itu, sopir angkot di Kota Sukabumi meminta Pemerintah untuk melakukan sosialisasi penggunaan aplikasi MyPertamina untuk pembelian pertalite.

Dede Saepuloh (41 tahun) sopir angkot jurusan Bhayangkara mengungkapkan baru mendengar soal penggunaan aplikasi MyPertamina.

“Karena sebelumnya tidak ada sosialisasi tentang penggunaan aplikasi ini," ucap Dede, Rabu (29/6/2022).

Baca Juga: Polda DIY Ungkap Kasus Penyalahgunaan BBM Bersubsidi, Modus Modifikasi Tanki

Dede beranggapan bahwa aplikasi tersebut tidak akan efektif kepada para sopir angkot, karena kebanyakan sopir itu orang tua dan tidak punya HP android atau smartphone. Kalau pun ada, sopir hanya memiliki HP jadul.

"Sopir angkot itu sudah susah jangan dibuat susah lagi dengan penggunaan aplikasi tersebut (MyPertamina atau aplikasi lain untuk pembelian BBM bersubsidi)," ujarnya.

Dede berharap pihak terkait dapat melihat keadaan dari para supir dahulu di lapangan.

"Karena dengan adanya aplikasi tersebut secara langsung sopir harus menggunakan HP yang dapat menunjang aplikasi itu," ucapnya.

Hal senada juga diungkapkan Irawan, sopir Angkot jurusan Baros. Menurut dia, banyak sopir Angkot yang belum memahami cara penggunaan aplikasi di smartphone.

Baca Juga: Beli Pertalite Pakai Aplikasi MyPertamina, Petugas SPBU di Bogor Mengaku Kebingungan

"Mungkin sosialisasinya harus secara langsung dilakukan kepada para sopir," singkatnya.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait