Imbas Wabah PMK, Pembelian Daging Sapi di Pasar Cimahi Lesu, Pedagang Pusing Putar Otak

Para pedagang mengeluhkan lesunya penjualan daging sapi akhir-akhir ini.

Galih Prasetyo
Sabtu, 02 Juli 2022 | 16:04 WIB
Imbas Wabah PMK, Pembelian Daging Sapi di Pasar Cimahi Lesu, Pedagang Pusing Putar Otak
Transaksi Penjualan Daging Sapi di Pasar Atas Baru, Kota Cimahi (Suara.com/Ferry Bangkit)

SuaraJabar.id - Harga daging sapi di pasar tradisional di Kota Cimahi masih stabil menjelang Idul Adha. Begitupun pasokan yang dipastikan aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Namun ketersediaan yang melimpah ternyata tidak diimbangi dengan penjualan. Para pedagang mengeluhkan lesunya penjualan daging sapi akhir-akhir ini. Mereka menduga penyebabnya adalah wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).

Kondisi tersebut dialami Rina (42) salah seorang penjual daging sapi di Pasar Atas Baru, Kota Cimahi. Ia mengaku penjualannya mengalami penurunan dalam sepekan terakhir.

"Iya ada penurunan, sekarang lagi lesu penjualannya. Padahal harganya masih stabil, belum naik," ujar Rina kepada Suara.com pada Jumat (1/7/2022).

Baca Juga:Polisi Mengamankan Pikap Berisi Daging Sapi Diduga Tak Layak Konsumsi di Jember

Biasanya, ungkap Rina, dalam sehari ia bisa menjual daging sapi hingga 50 kilogram. Namun dalam sepekan ini menurun hingga 50 persen.

"Padahal harganya masih normal Rp 130 ribu per kilogram. Kemudian kan kunjungan ke pasar belum pulih, sekarang jam 12 siang udah sepi," sebutnya.

Menurut Rina, salah satu penyebab lesunya penjualan daging sapi menjelang Idul Adha ini dikarenakan merebaknya wabah PMK, sehingga membuat konsumen khawatir terkait kesehatan dagingnya.

Padahal, tegas dia, daging sapi yang dijualnya bersama pedagang lain di pasar tradisional dipastikan sehat dan tidak terkena penyakit.

"Kalau daging yang dijual harus sehat. Kemudian kan daging yang kena PMK juga aman buat dikonsumsi kalau udah sembuh," tegas Rina.

Baca Juga:Harga Daging Sapi dan Kerbau di Aceh Barat Bertahan

Faktor lainnya menurut Rina saat ini kondisi keuangan masyarakat lebih memprioritaskan untuk kebutuhan anak masuk sekolah.

"Bentrok juga kan sama anak masuk sekolah. Jadi mungkin daripada beli daging mending buat biaya anak dulu," tuturnya.

Kepala Dinas Perdagangan Koperasi UMKM dan Perindustrian (Disdagkoperind) Kota Cimahi, Dadan Darmawan tak menampik hal tersebut. Berdasarkan laporan yang diterimanya, memang ada penurunan penjualan untuk daging.

"Cuma kelihatannya pembeli yang agak berkurang. Kalau melihat kondisi memang yang lebih sepi di sektor daging-dagingan," kata Dadan.

Menurutnya, wabah PMK sedikitnya membuat konsumen khawatir untuk membeli daging. Padahal, ia memastikan daging yang terkena wabah PMK aman untuk dikonsumsi.

"Mungkin ada kekhawatiran dari konsumen melihat maraknya wabah PMK," ucap Dadan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak