facebook

Highlight Terpopuler News Lifestyle Indeks

Imbas Wabah PMK, Pembelian Daging Sapi di Pasar Cimahi Lesu, Pedagang Pusing Putar Otak

Galih Prasetyo Sabtu, 02 Juli 2022 | 16:04 WIB

Imbas Wabah PMK, Pembelian Daging Sapi di Pasar Cimahi Lesu, Pedagang Pusing Putar Otak
Transaksi Penjualan Daging Sapi di Pasar Atas Baru, Kota Cimahi (Suara.com/Ferry Bangkit)

Para pedagang mengeluhkan lesunya penjualan daging sapi akhir-akhir ini.

SuaraJabar.id - Harga daging sapi di pasar tradisional di Kota Cimahi masih stabil menjelang Idul Adha. Begitupun pasokan yang dipastikan aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Namun ketersediaan yang melimpah ternyata tidak diimbangi dengan penjualan. Para pedagang mengeluhkan lesunya penjualan daging sapi akhir-akhir ini. Mereka menduga penyebabnya adalah wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).

Kondisi tersebut dialami Rina (42) salah seorang penjual daging sapi di Pasar Atas Baru, Kota Cimahi. Ia mengaku penjualannya mengalami penurunan dalam sepekan terakhir.

"Iya ada penurunan, sekarang lagi lesu penjualannya. Padahal harganya masih stabil, belum naik," ujar Rina kepada Suara.com pada Jumat (1/7/2022).

Baca Juga: Polisi Mengamankan Pikap Berisi Daging Sapi Diduga Tak Layak Konsumsi di Jember

Biasanya, ungkap Rina, dalam sehari ia bisa menjual daging sapi hingga 50 kilogram. Namun dalam sepekan ini menurun hingga 50 persen.

"Padahal harganya masih normal Rp 130 ribu per kilogram. Kemudian kan kunjungan ke pasar belum pulih, sekarang jam 12 siang udah sepi," sebutnya.

Menurut Rina, salah satu penyebab lesunya penjualan daging sapi menjelang Idul Adha ini dikarenakan merebaknya wabah PMK, sehingga membuat konsumen khawatir terkait kesehatan dagingnya.

Padahal, tegas dia, daging sapi yang dijualnya bersama pedagang lain di pasar tradisional dipastikan sehat dan tidak terkena penyakit.

"Kalau daging yang dijual harus sehat. Kemudian kan daging yang kena PMK juga aman buat dikonsumsi kalau udah sembuh," tegas Rina.

Baca Juga: Harga Daging Sapi dan Kerbau di Aceh Barat Bertahan

Faktor lainnya menurut Rina saat ini kondisi keuangan masyarakat lebih memprioritaskan untuk kebutuhan anak masuk sekolah.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait