Cuitan itu seketika ramai mencuri atensi warganet hingga menuai beragam tanggapan.
Kolom komentar pun dibanjiri tanggapan warganet yang tampak terheran-heran dengan kelakuan si ibu.
"Emang kudu diberi efek jera itu orang. Tiap ketahuan langsung dia pake power buat neken karyawan toko yang bersangkutan," kata @pangg***.
"Beliau ini sudah tidak tertolong," komentar @Okta***.
Baca Juga:Terungkap, Ibu-Ibu yang Ancam Pegawai Alfamart Pakai UU ITE Juga Mengutil Sampo
"Berarti emang itu penyakit si Mariananya "nyolong". Udahannya korban disuruh minta maaf sama maling. Di sini bisa keliatan jelas, yang berduit bisa terjamin perlindungan hukumnya sedangkan yang kurang mampu ya makin susah aja hidupnya," ungkap @Gambar***.
"Jangan mentang-mentang mengidap klepto terus dimaklumi ya. Kalau barang ilang yang suruh nanggung nanti karyawan yang jaga. Dahlah sekalian aja mukanya dipajang di pintu masuk semua gerai supermarket dan minimarket, black list," tulis @Widi***.
Hingga artikel ini diunggah, belum ada keterangan atau konfirmasi lebih lanjutdari pihak terkait soal detail kejadian tersebut.
Alfamart Benarkan Karyawannya Diancam UU ITE, Hotman Paris: Lawan!
Menaggapi peristiwa pengambilan cokelat yang viral di media sosial, Alfamart mengeluarkan pernyataan resmi. Satu di antara poin pernyataan itu ialah membenarkan satu dari 140 ribu karyawannya diancam UU ITE setelah merekam aksi tangkap tangan konsumen mencuri cokelat.
Baca Juga:Wanita Kaya Pencuri Cokelat di Alfamart Diduga Pernah Beraksi di Tempat Lain
"Terkait dengan pemberitaan seorang karyawan Alfamart diancam UU ITE oleh seorang konsumen adalah benar, yang terjadi pada 13 Agustus 2022 jam 10.30 di Alfamart Sampora, Kampung Sampora, RT 04 RW 02, Desa Sampora Kecamatan Cisauk, Tangerang Selatan," demikian bunyi salah satu pernyataan Alfamart.