Saat pernikahan itu, si pengantin wanita menyediatkan enam meja khusus untuk para rekan kerjanya itu. Akan tetapi, dari 70 kursi yang disediakan, hanya satu saja yang benar-benar terisi.
Satu-satunya rekan kerja yang menghadiri pernikahan si wanita disebut adalah sang murid, yang mungkin merasa berkewajiban untuk datang dan berada di sana.
Dalam unggahan di Weibo itu, si pengantin wanita merasa dipermalukan di depan semua tamu. Terutama keluarga suaminya, dia pun mengaku langsung menundukkan kepalanya sepanjang hari karena merasa benar-benar malu.
Setelah pernikahannya usai, si wanita itu mengabarkan mengundurkan diri. Pasalnya, dia mengaku tidak bisa terus bekerja dengan orang-orang yang telah mempermalukannya di hari pernikahannya.
Kisah itu menjadi viral di Tiongkok, warganet pun terbagi menjadi dua kubu pro kontra. Sejumlah warganet setuju dengan tindakan wanita yang dipermalukan dan keputusannya untuk meninggalkan perusahaan.
Sementara yang lain justru menyalahkannya karena membuat harapan atau berekspektasi terlalu tinggi.