Bandung Dikepung Banjir hingga Macet Parah Akhir Pekan Kemarin, Pemkot Buka Suara

"Banjir kemarin ketinggian air rata-rata dikisaran 15 hingga 30 centimeter. Seperti banjir di terusan Pasirkoja karena ada luapan Sungai Cibuntu," ujarnya.

Ari Syahril Ramadhan
Senin, 12 September 2022 | 14:00 WIB
Bandung Dikepung Banjir hingga Macet Parah Akhir Pekan Kemarin, Pemkot Buka Suara
DOKUMENTASI - Banjir Bandung. (AyoBandung)

SuaraJabar.id - Kemacetan parah terjadi di sejumlah titik di Kota Bandung pada akhir pekan kemarin, Sabtu dan minggu, 10-11 Septermber 2022. Kemacetan parah itu disebabkan oleh adanya banjir yang terjadi di 10 titik di Kota Kembang.

Merespon Kota Bandung dikepung banjir pada akhir pekan kemarin, Kepala Bidang (Kabid) Pengendalian Daya Rusak Air Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Kota Bandung Dini Dianawati buka suara.

Ia mengatakan mayoritas titik banjir yang ada di Kota Bandung diakibatkan oleh tumpukan sampah yang menyumbat baik di sungai maupun drainase.

"Banjir kemarin ketinggian air rata-rata dikisaran 15 hingga 30 centimeter. Seperti banjir di terusan Pasirkoja karena ada luapan Sungai Cibuntu. Antisipasi sudah kita lakukan dengan melakukan pengerukan di lima titik lokasi banjir," ujar Dini Dianawati, Senin (12/9/2022).

Baca Juga:Saling Puji Beckham Putra dan Luis Milla, Persib Kirim Sinyal Darurat untuk Barito Putera

Dini menjelaskan, banjir di Jalan Kopo Citarip disebabkan luapan Sungai Citarip. Sungai tersebut meluap akibat banyaknya sampah yang menghalangi laju air sungai sehingga tidak berjalan normal.

"Sejauh ini, yang menghambat dan banjir tidak bisa dikendalikan itu faktor sampah. Faktor utama, sampah yang masih tidak bisa direduksi dan dihancurkan itu ada di sungai sungai," ucapnya.

Sementara banjir di bawah tol di Jalan Cibaduyut, pihaknya telah membuat sumur imbuhan dan akan menambah lagi. Namun Kabupaten Bandung masih mencari lokasi untuk mengalirkan air banjir di sana.

"Kemarin sudah lancar, dan enggak banjir. Cuma kemarin kering, lalu sedimen muncul kembali dan ternyata ada sumbatan lumpur di dalamnya. Ini akan kita keruk untuk mengantisipasi," ujar dia.

Selain sampah yang masih didapati di sungai-sungai, Dini menyebut sampah juga ditemukan di drainase-drainase Kota Bandung. Diantaranya seperti sampah plastik dan daun-daun.

Baca Juga:Ridwan Kamil Beberkan Kondisi Harga Sembako Pasca Kenaikan Harga BBM

"Kita masih tetap berupaya untuk standby di lapangan untuk melakukan pemantauan. Ada enam wilayah kerja UPT yang kita siagakan di titik rawan banjir untuk mengantisipasi banjir seperti ini," jelasnya.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini

Tampilkan lebih banyak