Ketum Partai Demokrat AHY Digugat ke Pengadilan Negeri Bandung

Ia juga mengatakan elektabilitas Partai Demokrat saat kasus Hambalang muncul turun drastis secara nasional.

Ari Syahril Ramadhan
Selasa, 20 September 2022 | 22:15 WIB
Ketum Partai Demokrat AHY Digugat ke Pengadilan Negeri Bandung
DOK Ketum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono memimpin jajaran pengurus partainya mendaftar ke KPU sebagai calon peserta Pemilu 2024 pada Jumat (5/8/2022). [Suara.com/Bagaskara]

“Demokrat ini terbebani, apa lagi sebentar lagi awal tahun 2023 mas Anas keluar. Nah mas ini adalah beban bagi Demokrat, karena mas Anas sendiri dalam bahasa itu di kriminalisasi oleh SBY masalah Hambalang. Jadi masalah Hambalang ini akan mencuat terus. Selama masalah hambalang ada, maka Demokrat tidak akan bisa pernah bisa maju tidak akan pernah bisa besar,”tegas dia.

Ia juga mengatakan elektabilitas Partai Demokrat saat kasus Hambalang muncul turun drastis secara nasional.

“Kita lihat 2014 SBY ketua umum dengan kriminalisasi Anas dari 20 persen, turun menjadi 10,5 persen. Terus 2019 SBY masih ketua umum dari 10,5 persen tadi menjadi 7,7 persen. Nah sekarang kalau masih terkait juga SBY ini akan menghantui Hambalang ini dan itu akibatnya sulit untuk Demokrat bisa masuk kepada parlemen threshold. Nah ini yang harus disadari oleh semua kader partai. Bagaimana memutus antara Hambalang dengan Demokrat,” papar dia.

Dengan adanya gugatan 16 DPAC Demokrat Kota Bandung serta berkutatnya kasus Hambalang, dengan tegas Riyan mengatakan bakal sangat berpengaruh terhadap kepercayaan publik. Ia juga menilai, kepemimpinan AHY sebagai nahkoda Partai Demokrat masih mentah.

“Saya minta pada kader-kader Demokrat mari bersama-sama kita yang cinta dengan Demokrat putus antara rantai kekuasaan Cikeas di Demokrat. Supaya Demokrat ini bersih, munculnya bersih, Demokrat jangan ada kriminalisasi. Sekarang malah belum apa-apa udah nuduh-nuduh. Harusnya Rapimnas itu melahirkan rekomendasi bukan nuduh, bukan menjelekkan ada rekomendasi dari Rapimnas kemarin, kan nggak ada sama sekali Rapimnas itu tidak menghasilkan apa apa, menghasilkannya hanya menuduh hal yang belum tentu jadi buat kader Demokrat,” papar dia.

“Ingat pak SBY bukan pendiri Demokrat. Demokrat di dirikan 2001, SBY masuk ke Demokrat tanggal 5 April 2003, saya punya rekamannya, jadi 5 April 2003 baru SBY masuk ke Demokrat memohon menjadi kader Demokrat. Jadi SBY itu bukan pendiri Demokrat,” tukasnya.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini

Tampilkan lebih banyak