Ribuan bobotoh diketahui tiba di Graha Persib sekitar pukul 13.25 WIB. Sebelumya, mereka berkumpul di Lapangan Saparua, lalu long march hingga ke titik aksi.
Pantauan Suara.com, sejak pukul 11.00 pohak kepolisian sudah mengamankan lokasi dengan menyiapkan satu water canon. Selain itu, puluhan motor Brimob pun turut disiagakan di samping sejumlah kendaraan taktis (rantis) lainnya.
Mereka memprotes sistem ticketing yang dikelola oleh pihak manajemen Persib Bandung. Bobotoh mendesak agar pihak manajemen menerapkan sistem penjualan atau distribusi tiket secara kolektif untuk suporter yang tergabung dalam komunitas, tidak memukul rata penjualan sistem orang perorang.
Komunitas-komunitas suporter Persib, katanya, harus diakomodir dalam distribusi tiket supaya lebih cepat dan efektif.
Baca Juga:Jadwal Persib vs Persija Diubah dari Malam ke Sore, Ini Alasannya
"Kalau (komunitas) disatuin dengan masyarakat umum itu bisa memakan waktu, tapi kalau komunitas diakomodir bisa lebih efektif. Kita ingin sistem yang simpel," kata perwakilan Bobotoh, Yudi Baduy kepada wartawan.
Diketahui, pihak manajemen kini memberlakukan sistem pembelian tiket pertandingan berbasis daring terpusat melalui Apps dan website persib.co.id, terintegrasi secara langsung dengan aplikasi PeduliLindungi.
"Kalau rombongan kami yang datang satu bus, dua bus, itu harus ambil satu-satu. Antre. Belum lagi kalau suporter dari luar kota. Itu jadi kendala, apalagi tempat penukarannya dibuka pas hari H (hari pertandingan)," katanya.
"Tuntutannya satu, permudah tiket khususnya untuk komunitas seperti yang sudah jalan sebelumnya, (berlakukan sistem) kolektif saja," imbuh Yudi.
Kontributor : M Dikdik RA