Dikecam Panglima Santri, Ponpes yang Denda Santrinya Puluhan Juta Akhirnya Buka Suara

"Masa sih ada pesantren yang mendenda santrinya, emang mendirikan pesantren untuk mencari duit," kata Uu Ruzhanul Ulum.

Ari Syahril Ramadhan
Kamis, 10 November 2022 | 21:29 WIB
Dikecam Panglima Santri, Ponpes yang Denda Santrinya Puluhan Juta Akhirnya Buka Suara
Wakil Gubernur Jabar Uu Ruzhanul Ulum. (Humas Jabar/Dudi)

"Ibunya sempat menanyakan kepada istri saya, apakah tidak ada dispensasi. Saya minta kepada istri untuk tidak dijawab," ucapnya.

Abu menginginkan agar orang tua dari anak tersebut untuk datang secara langsung, karena masalah tersebut bukan bersifat pribadi melainkan kelembagaan.

"Kalau niatnya baik, dia datang ke pondok dong, hargai kami, komunikasi dulu. Kami ini lembaga , setiap lembaga punya aturan yang ril," ujarnya.

Namun bukannya datang ke Pondok untuk menyelesaikan masalah, namun orang tua santri tersebut malah melaporkan kepada KPAID Tasikmalaya.

Baca Juga:Mengenal Pasuruan, Tak Hanya Sebagai Kota Pelabuhan

Padahal, apabila pihak orang tua datang ke Pondok Pesantren dan berkomunikasi secara baik-baik, pihak RQM juga bisa memberi dispensasi.

"Kalau memiliki itikad baik, bukan lapor (kepada KPAID), tapi datang baik-baik. Kalau tidak memiliki uang, bisa diberi dispensasi," katanya.

Namun lanjut Abu, dispensasi yang diberikan pun tidak bisa seenaknya, seperti dihapuskan seluruhnya. Melainkan dengan syarat lainnya.

"Boleh dikurangi, tapi jangan dicicil. Kalau mau nyicil, tidak boleh dikurangi," katanya.

Sikap tegas tersebut kata Abu, supaya anak yang mondok di RQM bisa sungguh-sungguh belajar dan menyelesaikan masa studinya. Pasalnya, banyak anak yang seenaknya keluar masuk karena pendidikan di tempat tersebut gratis.

Baca Juga:Cadas Pageran Kembali Dilanda Longsor, Jalan Raya Bandung-Sumedang Tersendat

Aturan tersebut juga diterapkan setelah banyak kasus santri yang berhenti di tengah jalan.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini

Tampilkan lebih banyak