Penghasilannya hanya berkisar Rp 50 ribu setiap kali jadi juru parkir yang biasanya dilakukan mulai pukul 19.00 WIB sejak dua tahun lalu. Jika diakumulasikan dengan penghasilannya sebagai sales freelance yang biasa dijalaninya dari pagi hingga sore hari menurutnya hanya cukup untuk biaya hidup keluarganya.
"Kan sekarang kalau caleg harus mengeluarkan biaya. Saya terus terang kepada pengurus partai, saya tidak punya biaya. Kalau harus bikin ini itu saya tidak sanggup karena kalaupun ada uang lebih mending untuk keluarga dulu," terang Rusli.
Dengan biaya minim itu, Rusli pun hanya melakukan persiapan seadanya. Dia tidak akan membuat spanduk atau alat peraga lainnya di berbagai penjuru Cimahi dan Kota Bandung. Rusli hanya akan mempromisikan diri dengan memanfaatkan relasi teman-temannya melalui WhatApps.
"Kalau sosialisasi bikin spanduk ada biaya, kalau saya terus terang tidak ada. Kalau dua tiga mungkin masih ada tapi kaya yang lain tiap titik saya rasa berat," ucapnya.
Baca Juga:Jadi Pembicara Diskusi Pemilu 2024, Mulan Jameela Disebut Netizen Teteh Cantik
Dia tidak mengumbar janji-janji karena menurutnya masyarakat kini sudah tidak percaya dengan janji manis politikus. Namun jika ditakdirkan nantinya terpilih dia hanha akan berusaha bekerja sebaik mungkin, khususnya memperjuangkan masyarakat kalangan bawah.
"Diterima masyatakat syukur tidak juga tidak masalah. Tapi kalau ditakdirkan saya akan bekerja sebaik mungkin. Saya punya keinginan bangun kaya rumah singga buat lansia, gelandangan dan sebagainya," kata Rusli.
Kontributor : Ferrye Bangkit Rizki