Bandung Mencekam: Demo Ojol dan Mahasiswa Berakhir Ricuh, Wali Kota Farhan: Ini Pelajaran

Aksi unjuk rasa yang dimotori oleh ribuan pengemudi ojek daring (ojol) dan mahasiswa berakhir anarkis, mengubah aspirasi menjadi amuk massa.

Andi Ahmad S
Sabtu, 30 Agustus 2025 | 14:59 WIB
Bandung Mencekam: Demo Ojol dan Mahasiswa Berakhir Ricuh, Wali Kota Farhan: Ini Pelajaran
Massa aksi membakar gerbang saat aksi di Depan Gedung DPRD Jawa Barat di Bandung, Jawa Barat, Jumat (29/8/2025). [TARA FOTO/Raisan Al Farisi/rwa]
Baca 10 detik
  • Daftar Kerusakan di Bandung
  • Wajah Kota Bandung Saat Ini

SuaraJabar.id - Wajah Kota Bandung diwarnai puing dan jelaga pada Sabtu (30/8/2025) pagi. Kericuhan hebat yang pecah pada Jumat malam (29/8/2025) menyisakan kerusakan signifikan di sejumlah titik strategis, terutama di sekitar Gedung DPRD Jawa Barat.

Aksi unjuk rasa yang dimotori oleh ribuan pengemudi ojek daring (ojol) dan mahasiswa berakhir anarkis, mengubah aspirasi menjadi amuk massa.

Menanggapi insiden yang melukai jantung Kota Kembang, Wali Kota Bandung Muhammad Farhan angkat bicara.

Ia menyebut peristiwa ini harus menjadi momentum introspeksi besar bagi jajaran pemerintah untuk lebih peka dan responsif terhadap suara masyarakat.

Baca Juga:Puncak Anarki di Bandung! Aset Bersejarah MPR RI Ludes Dibakar Massa Aksi DPRD Jabar

“Mudah-mudahan ini jadi pelajaran untuk kami semua yang mengelola pemerintahan agar betul-betul memperhatikan dan mendengarkan suara dari masyarakat di bawah,” kata Farhan di Bandung, dilansir dari Antara, Sabtu 30 Agustus 2025.

Unjuk rasa ini dipicu oleh gelombang solidaritas atas tewasnya Affan Kurniawan, seorang pengemudi ojol yang terlindas kendaraan taktis polisi dalam aksi serupa di Jakarta.

Massa dari berbagai elemen, termasuk mahasiswa dari Unpad dan UIN Sunan Gunung Djati, mulai berkumpul sejak Jumat siang, memadati Jalan Diponegoro dengan satu tuntutan utama keadilan bagi Affan dan reformasi institusi keamanan.

Namun, suasana damai tak bertahan lama. Menjelang malam, aksi massa yang berusaha merangsek ke gedung dewan direspons aparat dengan tembakan gas air mata.

Kericuhan ini meninggalkan luka fisik yang dalam bagi kota. Wali Kota Farhan dengan raut wajah sedih merinci sejumlah bangunan dan fasilitas publik yang hancur.

Baca Juga:Anarki di Demo DPRD Jabar: Massa Bakar Rumah Diduga Tempat Polisi Sembunyi Hingga Warga Terjebak

“Ini rasa sedih saya karena kota yang kita cintai ini menjadi secara fisik terkoyak. Tapi saya yakin secara jiwa Kota Bandung dan warganya tidak akan pernah terkoyak dan selalu bersatu,” ujarnya.

Berdasarkan data sementara dari Pemkot Bandung, berikut adalah daftar kerusakan berat yang terjadi:

Bangunan Bersejarah: Sebuah rumah aset milik MPR RI di Jalan Diponegoro ludes terbakar.

Tempat Usaha: Rumah makan Sambara yang ikonik dan dua kantor bank di Jalan Ir. H. Djuanda menjadi sasaran amuk massa.

Properti Warga: Satu rumah warga di Jalan Gempol turut mengalami kerusakan.

Fasilitas Umum: Pagar Gedung DPRD Jabar, fasilitas di Gedung Sate, pos polisi, serta lampu lalu lintas rusak parah.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Ingin dapat update berita terbaru langsung di browser Anda?