Menyambung Titik-Titik Wisata: Pentingnya Integrasi Transportasi Udara dan Industri

PIK Tourism Board kolaborasi dg GIPI, BARINDO, InJourney Airports dorong akses & daya saing destinasi lewat integrasi pariwisata-aviasi.

Ronald Seger Prabowo
Minggu, 22 Maret 2026 | 12:01 WIB
Menyambung Titik-Titik Wisata: Pentingnya Integrasi Transportasi Udara dan Industri
Ilustrasi pengunjung wisata di Jakarta. [Suara.com/Alfian Winanto]
Baca 10 detik
  • PIK Tourism Board menginisiasi kolaborasi antara pariwisata (GIPI) dan aviasi (BARINDO, InJourney Airports) untuk aksesibilitas.
  • Kolaborasi lintas sektor ini bertujuan membangun ekosistem pariwisata terintegrasi guna meningkatkan daya saing destinasi PIK.
  • Peserta meninjau langsung destinasi PIK untuk menunjukkan potensi terpadu guna memperluas peluang bisnis dan trafik penumpang.

SuaraJabar.id - Penguatan konektivitas menjadi salah satu isu krusial dalam pengembangan pariwisata nasional. Di tengah persaingan destinasi yang semakin ketat, integrasi antara pengelola kawasan wisata, asosiasi industri, dan sektor transportasi udara dinilai menjadi faktor penentu dalam meningkatkan arus kunjungan wisatawan.

Hal ini tercermin dalam langkah PIK Tourism Board yang mempertemukan sejumlah pemangku kepentingan industri, mulai dari Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI), Board of Airline Representatives in Indonesia (BARINDO), hingga InJourney Airports dalam sebuah forum kolaboratif yang dikemas melalui agenda buka puasa bersama.

Pertemuan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi lintas sektor guna mendorong pengembangan destinasi yang tidak hanya atraktif, tetapi juga mudah diakses. Dalam konteks industri, aksesibilitas merupakan salah satu variabel utama yang memengaruhi keputusan perjalanan wisatawan, baik domestik maupun internasional.

Head of Tourism Development Agung Sedayu Group, Fenny Maria, menekankan bahwa pembangunan destinasi saat ini harus berbasis pada kolaborasi yang terintegrasi.

Baca Juga:Berlangsung di 3 Kota, Bersama 300 Nasabah Top Tier, Inilah BRI Imlek Prosperity 2026 Penuh Makna

“Kami percaya bahwa pengembangan destinasi tidak dapat dilakukan sendiri,” ujar Fenny Maria dalam rilis yang diterima, Minggu (22/3/2026).

Ia menilai, keterlibatan asosiasi pariwisata dan industri aviasi membuka peluang untuk memperkuat ekosistem secara menyeluruh.

“Melalui kolaborasi dengan berbagai asosiasi pariwisata dan industri aviasi, kami berharap dapat membangun ekosistem pariwisata yang lebih terintegrasi,” tambahnya.

Menurut dia, langkah tersebut juga akan berdampak pada peningkatan akses wisatawan ke destinasi.

“Sekaligus memperluas akses bagi wisatawan untuk mengenal dan menikmati berbagai pengalaman yang ditawarkan di kawasan PIK,” jelasnya.

Baca Juga:Darurat Sampah Bekasi! Bantargebang Longsor, Akankah Pengangkutan Terhenti Total?

Dalam kerangka industri, pendekatan ini sejalan dengan tren global di mana destinasi wisata tidak lagi berdiri sebagai entitas tunggal, melainkan sebagai bagian dari rantai nilai (value chain) yang mencakup transportasi, akomodasi, hingga pengalaman wisata.

Sebagai bagian dari agenda tersebut, para peserta juga diajak meninjau langsung sejumlah titik destinasi unggulan di kawasan PIK, seperti Aloha, Pantjoran PIK, Land’s End, dan Sunset Pier. Kunjungan ini menjadi sarana untuk memperlihatkan potensi kawasan sebagai destinasi wisata urban yang terintegrasi.

Dari perspektif bisnis, langkah ini dapat membuka peluang kolaborasi lebih lanjut, termasuk dalam pengembangan paket perjalanan, promosi bersama, hingga optimalisasi jalur distribusi wisatawan melalui jaringan maskapai dan bandara.

PIK sendiri berkembang sebagai salah satu kawasan dengan pendekatan mixed-use yang menggabungkan fungsi hunian, komersial, dan rekreasi. Model ini memungkinkan terciptanya pengalaman wisata yang lebih komprehensif, sekaligus meningkatkan lama tinggal (length of stay) wisatawan.

Bagi industri aviasi, penguatan destinasi seperti ini juga berdampak langsung pada potensi peningkatan trafik penumpang. Destinasi yang memiliki daya tarik kuat dan akses yang jelas akan mendorong permintaan perjalanan, baik melalui rute eksisting maupun pembukaan rute baru.

Di sisi lain, bagi pelaku industri pariwisata, kolaborasi ini membuka peluang untuk memperluas pasar melalui jaringan distribusi yang lebih luas dan terintegrasi. Hal ini menjadi penting dalam upaya meningkatkan daya saing destinasi Indonesia di tengah kompetisi regional.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak