Angkot dan Andong 'Diliburkan' di Jalur Mudik, Efektifkah? Begini Jawaban Gubernur Dedi Mulyadi

Dedi Mulyadi, mengakui kelancaran lalu lintas Lebaran 2026 belum 100%

Wakos Reza Gautama
Jum'at, 27 Maret 2026 | 13:44 WIB
Angkot dan Andong 'Diliburkan' di Jalur Mudik, Efektifkah? Begini Jawaban Gubernur Dedi Mulyadi
Ilustrasi Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menilai kebijakan meliburkan operasional angkutan umum sementara di jalur mudik maupun balik, belum efektif 100 persen mengurangi kemacetan. [ANTARA/Ricky Prayoga]
Baca 10 detik
  • Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi, mengakui kelancaran lalu lintas Lebaran 2026 belum 100% meskipun ada kebijakan pembatasan operasional angkutan lokal.
  • Kebijakan penghentian angkot dan andong belum efektif karena volume kendaraan melebihi kapasitas jalan utama Jawa Barat saat itu.
  • Dedi Mulyadi mengapresiasi petugas gabungan, terutama polisi, atas upaya menjaga pergerakan arus walaupun hanya padat merayap.

SuaraJabar.id - Menghadapi "banjir" kendaraan yang mengalir di sepanjang nadi jalanan Jawa Barat pada musim Lebaran 2026 bukanlah perkara mudah.

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, secara terbuka mengakui bahwa meski berbagai skema telah diterapkan, kelancaran mutlak 100 persen masih menjadi tantangan besar yang belum sepenuhnya terpecahkan.

Salah satu kebijakan yang menjadi sorotan adalah penghentian sementara operasional angkutan umum lokal, mulai dari angkot hingga andong, di sepanjang jalur utama mudik dan balik.

“Kebijakan meliburkan operasional angkot hingga andong memang belum bisa membuat lalu lintas lancar 100 persen. Realitanya, jumlah kendaraan yang melintas memang sudah melebihi kapasitas jalan yang tersedia,” ungkap Dedi dengan nada realistis, Jumat (27/3/2026).

Baca Juga:Maut Menjemput di Jalur Banjar-Pangandaran: Gagal Menyalip, Nyawa Pengendara F1 ZR Tak Tertolong

Bagi Dedi, keberhasilan sebuah kebijakan lalu lintas saat peak season tidak melulu diukur dari kecepatan kendaraan, melainkan dari keberlangsungan arus.

Ia menegaskan bahwa kondisi lalu lintas yang "padat merayap" jauh lebih baik daripada skenario terburuk yaitu stagnasi total atau kendaraan yang berhenti tidak bergerak sama sekali.

"Minimal kebijakan itu meringankan beban petugas di lapangan dan memastikan arus tidak stuck. Dalam situasi masif seperti ini, kendaraan yang tetap bergerak, meski perlahan, adalah sebuah kemenangan kecil daripada berhenti total," tambahnya.

Di balik layar pengaturan arus balik yang melelahkan, Dedi memberikan penghormatan setinggi-tingginya kepada ribuan petugas gabungan yang tidak pulang demi menjaga kelancaran perjalanan orang lain. Secara khusus, ia memuji jajaran kepolisian yang bekerja tanpa mengenal waktu di titik-titik krusial.

“Sinergi lintas sektoral adalah kunci. Saya berterima kasih kepada seluruh jajaran, terutama kepolisian, yang berjibaku siang dan malam memastikan perjalanan masyarakat berjalan semestimal mungkin,” tuturnya.

Baca Juga:Info Arus Balik! Tol Bocimi Seksi 3 Resmi Fungsional Searah, Gratis dan Lebih Cepat

Menutup pernyataannya, Gubernur yang dikenal dekat dengan rakyat ini menyelipkan pesan menyentuh bagi para perantau yang kini tengah berjuang menembus kemacetan menuju kota tujuan.

Dedi mengingatkan bahwa semangat untuk kembali bekerja tidak boleh mengalahkan nalar keselamatan.

"Hati-hati di jalan. Menepilah jika lelah, jangan paksakan diri. Lebih baik terlambat sampai di tempat kerja daripada berakhir di rumah sakit," tegasnya menutup pembicaraan.

Artikel ini telah ditayangkan di website harapanrakyat.com media jaringan Suara.com dengan judul "Dedi Mulyadi Akui Kebijakan Meliburkan Angkutan Umum Belum Efektif Kurangi Kemacetan"

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak