Fasilitas Terminal Leuwipanjang Bandung Jadi Sorotan: Eskalator Mati dan Asap Rokok Ganggu Pemudik

Fasilitas Terminal Leuwipanjang (eskalator mati, asap rokok) dikeluhkan pemudik usai Lebaran 2026. Pihak terminal salahkan ketiadaan mekanik saat libur.

Budi Arista Romadhoni
Jum'at, 27 Maret 2026 | 10:03 WIB
Fasilitas Terminal Leuwipanjang Bandung Jadi Sorotan: Eskalator Mati dan Asap Rokok Ganggu Pemudik
Para pemudik dari berbagai daerah saat tiba di Terminal Leuwipanjang, Kota Bandung, Jawa Barat, Rabu (25/3/2026). (ANTARA/Rubby Jovan)
Baca 10 detik
  • Fasilitas eskalator di Terminal Leuwipanjang mati saat arus balik Lebaran 2026 karena ketiadaan mekanik selama libur.
  • Pemudik mengeluhkan maraknya asap rokok di area publik terminal yang mengancam kenyamanan dan kesehatan.
  • Kepala Terminal mengakui lemahnya penegakan aturan merokok dan akan mengevaluasi manajemen fasilitas tersebut.

SuaraJabar.id - Di tengah euforia arus balik Lebaran 2026, Terminal Leuwipanjang, Bandung, justru menjadi sorotan negatif. Fasilitas vital seperti eskalator yang mati dan maraknya asap rokok di area publik telah merusak kenyamanan ribuan pemudik yang berharap mendapatkan layanan prima.

Kondisi ini tidak hanya menimbulkan keluhan, tetapi juga mengancam kesehatan, terutama bagi anak-anak, dan mencoreng citra salah satu terminal utama di Jawa Barat.

Julian (30), seorang pemudik dari Palembang, merasakan langsung dampak buruk eskalator mati di Gedung A, tempat turun penumpang. Dengan membawa barang bawaan dan anak istrinya, ia terpaksa menaiki eskalator yang tidak berfungsi demi mengakses bus kota di lantai dua.

"Ya cukup kesulitan juga, kan dari sini mau ambil bus kota harus ke jajaran depan antrean bus lewat lantai dua biar tidak lewat tempat parkir bus. Harusnya sih momen begini berfungsi ya," keluhnya, Jumat (27/3/2026).

Baca Juga:Horor Macet Cikidang: Curhat Ibu yang Anaknya Terpaksa Tidur di Selokan

Keluhan Julian ini mencerminkan pengalaman pahit banyak pemudik yang harus berjuang dengan beban berat di tengah fasilitas yang seharusnya memudahkan.

Selain eskalator, masalah asap rokok juga menjadi momok. Rizky (38), pemudik yang akan kembali ke Bekasi, menyayangkan banyak penumpang yang merokok di luar area yang ditentukan, bahkan di jalur bus dan penumpang.

"Sangat disayangkan ya, saya yang bawa anak juga jadi harus cepat-cepat ke bus biar keluarga tidak terlalu terpapar asap. Harapannya dipastikan ada area khusus merokok dan penegakan aturan sih biar nyaman dan aman. Karena kalau sekarang jadi kurang nyaman dan kotor juga karena puntungnya di mana saja," ucap Rizky.

Paparan asap rokok pasif, terutama bagi anak-anak, merupakan ancaman serius yang seharusnya bisa dicegah dengan penegakan aturan yang tegas.

Menanggapi berbagai keluhan ini, Kepala Terminal Leuwipanjang, Asep Hidayat, mengakui bahwa sorotan masyarakat akan menjadi masukan penting untuk evaluasi dan perbaikan.

Baca Juga:Macet One Way Bikin Stres? Aksi Spontan Aiptu Didik Joget Bareng Pengamen Bikin Pemudik Terhibur

Terkait eskalator yang tidak berfungsi, Asep memberikan penjelasan yang cukup mengejutkan. Pihak terminal sengaja mematikannya karena ketiadaan mekanik saat libur Lebaran.

"Jadi memang ini sengaja disiasati karena bila panas suka mati sendiri, sementara mekanik eskalator dari vendor tidak hadir kalau libur," ujar Asep.

Penjelasan ini justru menimbulkan pertanyaan besar mengenai kesiapan dan manajemen fasilitas publik di momen krusial seperti Lebaran.

Asep menambahkan bahwa rekrutmen mekanik sendiri merupakan kewenangan Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Jawa Barat, bukan pihak terminal.

"Ini juga jadi evaluasi ya. Vendor itu sudah kontrak dengan kita untuk setahun. Untuk pengadaan mekanik itu kewenangan BPTD kita yang usulkan, karena anggaran bukan di kita," jelasnya.

Birokrasi yang berbelit ini menjadi penghalang utama dalam memberikan pelayanan optimal kepada masyarakat.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak