- Harga daging ayam di Pasar Surade Sukabumi naik menjadi Rp45.000 per kilogram pada 11 Agustus 2026.
- Kenaikan harga tersebut dipicu oleh kembalinya aktivitas sekolah dan program Makan Bergizi Gratis setelah masa libur.
- Dampak lonjakan harga menyebabkan daya beli masyarakat turun hingga 60 persen dan menghentikan usaha pedagang kecil.
SuaraJabar.id - Harga daging ayam di Pasar Surade, Kecamatan Surade, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, mengalami kenaikan cukup signifikan. Saat ini, harga daging ayam mencapai Rp45 ribu per kilogram.
Kenaikan harga tersebut dikeluhkan pedagang karena sudah menyamai harga daging ayam pada momentum Idul Fitri. Sebelumnya, harga daging ayam di tingkat pedagang berada di kisaran Rp37 ribu hingga Rp38 ribu per kilogram.
Pedagang daging ayam di Pasar Surade, Saepul Yudha Pratama, mengatakan kenaikan harga mulai terasa setelah aktivitas sekolah dan program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali berjalan setelah libur.
"Awalnya sekitar Rp37 ribu sampai Rp38 ribu per kilogram. Sekarang sudah Rp45 ribu. Harga segitu kalau dulu biasanya harga saat Idul Fitri," ujar Saepul melansir Sukabumiupdate--jaringan Suara.com, Selasa (11/8/2026).
Baca Juga:Polres Sukabumi Kota Sita 159 Botol Miras Ilegal, Tiga Penjual Terjaring Razia
Menurut Saepul, selama libur sekolah dan MBG, harga daging ayam relatif stabil. Namun, setelah aktivitas sekolah dan program MBG kembali berlangsung, harga daging ayam justru mengalami kenaikan.
Kenaikan harga tersebut turut berdampak terhadap penjualan pedagang. Saepul menyebut daya beli masyarakat mengalami penurunan hingga sekitar 60 persen karena konsumen mengurangi pembelian akibat harga yang semakin tinggi.
"Daya beli turun sampai 60 persen. Masyarakat sekarang lebih mengurangi pembelian karena harganya mahal," katanya.
Dampak kenaikan harga juga dirasakan pelaku usaha kecil yang menggunakan daging ayam sebagai bahan baku. Sejumlah pedagang cilok, bakso, mi ayam, hingga sate ayam ikut terdampak karena biaya produksi meningkat.
Bahkan, Saepul menyebut ada pedagang kecil yang memilih berhenti berjualan sementara karena tidak mampu menanggung kenaikan harga bahan baku.
Baca Juga:Aksi Brutal Tengah Malam, Pria Bersenjata Golok Rusak Fasilitas SPPG di Sukabumi
"Ada pedagang cilok, bakso, mi ayam, sate ayam yang kena dampak. Bahkan ada yang tidak berjualan karena harga bahan bakunya naik," ungkapnya.
Saepul berharap harga daging ayam kembali stabil sehingga daya beli masyarakat meningkat. Dengan demikian, para pedagang dan pelaku usaha kecil yang bergantung pada bahan baku ayam dapat kembali menjalankan usahanya secara normal.
"Harapannya harga kembali normal, supaya masyarakat bisa membeli dan pedagang juga bisa berjualan seperti biasa," pungkasnya.