- Keluarga Susanah di Cileungsi Bogor menyatakan pernyataan Presiden Prabowo pada 14 Agustus 2026 keliru.
- Susanah sebenarnya bekerja sebagai penjahit lap majun dan pencuci ompreng, bukan buruh pengupas bawang.
- Akibat kesalahan sebut tersebut, keluarga dan warga sekitar merasa terkejut serta sempat merasa bingung.
Ia hanya berstatus sebagai pekerja. Mesin jahit dan bahan yang digunakan juga merupakan milik orang lain.
“Kalau mesin jahit sama bahannya punya orang (bosnya), beliau cuman kuli disitu,” kata Wina.
Upah menjahit lap majun yang diterima Susanah dihitung berdasarkan berat hasil pekerjaannya, yakni Rp700 per kilogram.
Sementara itu, pekerja pada bagian penyusunan kain mendapat upah Rp600 per kilogram.
Baca Juga:Prabowo Sebut Upah Kupas Bawang Rp700 Ribu per Kg, Emak-emak Bogor Tertawa: Sini Cuma Rp1.200
Selain menjahit, Susanah bekerja mencuci ompreng di SPPG kawasan Klapanunggal dengan upah berkisar Rp100.000 hingga Rp150.000 per hari.
Wina menambahkan, kegiatan Susanah menjahit lap majun sempat diliput beberapa hari sebelum ia diundang menghadiri acara di Jakarta.
“Nah beberapa hari juga sebelum diundang ke Jakarta sempat ada yang meliput ke sini, meliput kegiatan dia, bagaimana dia menjahit lap majun,” terangnya.
Sebagai informasi, Susanah tinggal bersama suami dan ketiga anaknya.
Suaminya bekerja sebagai kuli bangunan, anak pertama mereka telah bekerja, sedangkan dua anak lainnya masih menempuh pendidikan di bangku SMP dan SD.
Baca Juga:Viral Pidato Presiden Prabowo Soal Upah Pengupas Bawang, Warga Bogor Beberkan Fakta Lapangan
Kontributor : Dziharul Islam Nusantara