- BPBD Jawa Barat mencatat Sumedang mengalami kejadian karhutla terbanyak dengan 20 insiden hingga 27 Agustus 2026.
- Kabupaten Sukabumi menjadi wilayah dengan dampak kerusakan karhutla terluas di Jawa Barat mencapai 49,20 hektare.
- BPBD Jabar menyatakan kelalaian warga saat musim kemarau menjadi perhatian utama penyebab terjadinya karhutla.
Sementara itu, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Sumedang Hendar mengatakan pihaknya terus meningkatkan pemantauan terhadap kondisi vegetasi yang mulai mengering.
Selain pemantauan, edukasi kepada masyarakat juga digencarkan untuk mencegah kebakaran akibat aktivitas manusia.
“Yang paling penting adalah edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat agar lebih memahami kondisi cuaca ketika memasuki musim kemarau supaya tidak terjadi kelalaian yang berpotensi menyebabkan kebakaran,” ujarnya.
Menurut Hendar, hasil penanganan sejumlah kejadian karhutla sebelumnya tidak menemukan indikasi bahwa kebakaran dipicu aktivitas pembukaan lahan. Sebaliknya, faktor kelalaian masyarakat menjadi perhatian, terutama ketika kondisi vegetasi sedang mudah terbakar.
Baca Juga:Kabar Gembira! Dedi Mulyadi Ungkap Tanggal Kepulangan ABK Sukabumi yang Terlantar di Fiji
Kondisi tersebut membuat kewaspadaan masyarakat menjadi salah satu kunci pencegahan karhutla, khususnya selama musim kemarau ketika lahan dan vegetasi lebih mudah tersulut api.
[ANTARA]