- Enam ABK asal Sukabumi dan Indramayu yang terlantar di Fiji dijadwalkan pulang ke Indonesia pada 1 September 2026.
- Kepulangan para ABK yang tidak digaji di kapal China itu difasilitasi oleh Pemprov Jabar dan KBRI Fiji.
- Sebelumnya, ABK tersebut sempat mengeluhkan tidak mendapat uang makan melalui media sosial sebelum akhirnya dibantu KBRI Fiji.
SuaraJabar.id - Enam anak buah kapal (ABK) asal Jawa Barat yang sebelumnya dilaporkan terlantar di perairan Fiji mendapat kepastian untuk kembali ke Indonesia.
Mereka dijadwalkan meninggalkan Fiji pada 31 Agustus 2026 dan tiba di Tanah Air pada 1 September 2026.
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengatakan kepulangan para ABK difasilitasi melalui koordinasi Pemprov Jawa Barat dengan Duta Besar Indonesia untuk Fiji, KBRI di Fiji, dan agen yang menaungi mereka.
Enam ABK tersebut berasal dari Kabupaten Sukabumi dan Indramayu. Mereka sebelumnya mengeluhkan tidak menerima gaji dan uang makan selama beberapa pekan saat bekerja di kapal ikan berbendera China di perairan Fiji.
Baca Juga:Bawa Bantuan Miliaran Rupiah ke Korban Gempa NTT, Dedi Mulyadi: Ditengok Saja Sudah Bahagia
“Sekarang sudah bisa kembali ke Indonesia,” kata Dedi melalui akun Instagram pribadinya, dikutip dari Sukabumiupdate--jaringan Suara.com, Selasa (25/8/2026).
Dedi menjelaskan, para ABK akan terbang dari Fiji menuju Australia pada 31 Agustus. Perjalanan kemudian dilanjutkan dari Australia ke Indonesia dengan tujuan Bandara Soekarno-Hatta pada 1 September 2026.
Sebelumnya, kondisi para ABK menjadi perhatian setelah keluhan mereka tersebar melalui media sosial. Mereka mengaku kesulitan mendapatkan uang makan dan gaji hingga akhirnya menghubungi KBRI di Fiji.
KBRI kemudian memberikan bantuan makanan dan membantu akses komunikasi para ABK dengan keluarga di Indonesia.
Dedi mengapresiasi pihak-pihak yang membantu proses kepulangan tersebut. Ia juga menilai penyebaran informasi melalui media sosial dapat mempercepat pemerintah dalam merespons persoalan yang dialami masyarakat.
Baca Juga:Bantah Mahasiswi Unpad Enggan Kuliah Karena Dirinya, Ini Kata Dedi Mulyadi