- Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi membantah narasi media sosial tentang penurunan mental mahasiswa Unpad bernama Keisha pada Kamis (20/8/2026).
- Dedi memastikan Keisha berada dalam kondisi baik, tetap berkuliah, dan biaya pendidikannya telah dilunasi untuk delapan semester penuh.
- Keisha meminta warganet agar berhenti menyebarkan potongan video lama mengenai cerita kehidupan pribadinya di media sosial.
SuaraJabar.id - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi membantah narasi yang beredar di media sosial mengenai Keisha, mahasiswa baru Universitas Padjadjaran (Unpad) jurusan Ilmu Pemerintahan, yang disebut mengalami penurunan kondisi mental hingga enggan melanjutkan kuliah setelah berdialog dengannya.
Dedi menegaskan kabar yang menyebut Keisha sakit, malas kuliah, atau merasa jurusannya direndahkan merupakan informasi tidak benar.
“Berita, informasi, dan narasi yang mengatakan Keisha dalam keadaan sakit atau malas kuliah gara-gara ucapan saya yang dianggap merendahkan jurusannya, itu adalah berita tidak benar,” ujar Dedi dalam video resminya melansir Harapanrakyat--jaringan Suara.com, Kamis (20/8/2026).
Menurut Dedi, ia telah berkomunikasi langsung dengan Keisha dan memastikan mahasiswi tersebut dalam kondisi baik serta tetap menjalani kegiatan perkuliahan.
Dalam komunikasi itu, Keisha disebut meminta warganet berhenti menyebarkan kembali potongan video lama ketika dirinya menceritakan kehidupan pribadi.
“Keisha meminta agar warganet tidak terus-menerus memotong dan meng-upload ulang video saat dia bercerita mengenai kehidupan pribadinya. Saat itu dia mungkin masih terlalu polos untuk bercerita,” kata Dedi.
Dedi juga memastikan komitmen bantuan pendidikan bagi Keisha tetap berjalan. Bahkan, biaya kuliah Keisha disebut telah dilunasi untuk delapan semester.
Di tengah ramainya perbincangan di media sosial, Dedi mengajak masyarakat memberikan dukungan kepada mahasiswa muda agar dapat menjalani pendidikan dengan baik.
Baca Juga:Dedi Mulyadi Minta Maaf di HUT ke-81 RI, Soroti Bahaya Feodalisme di Birokrasi
“Kita pahami anak muda mentalnya masih bisa berproses. Harusnya kita beri dukungan agar dia bisa berkuliah dengan baik dan memiliki mental yang kuat,” pungkasnya.