- Pemerintah Desa Cibadak menggelar perlombaan Ngahias Lembur untuk mempererat gotong royong antarwarga.
- Warga RT 04 menyambut tim penilai yang dipimpin Kepala Desa Liya Muliya dengan berbagai pertunjukan seni tradisional Sunda.
- Kepala Desa Cibadak meneteskan air mata karena terharu melihat kreativitas dan kekompakan warga RT 04.
SuaraJabar.id - Suasana semarak dan penuh kehangatan menyelimuti Desa Cibadak, Kecamatan Ciampea, Kabupaten Bogor pada peringatan HUT ke-81 RI.
Pemerintah Desa (Pemdes) Cibadak kembali menggelar perlombaan bertajuk "Ngahias Lembur", sebuah ajang yang tak hanya mempercantik sudut-sudut lingkungan.
Tetapi juga menjadi wadah mempererat tali silaturahmi serta gotong royong antarwarga.
Di antara berbagai wilayah yang berpartisipasi, kemeriahan yang dihadirkan oleh warga RT 04 berhasil mencuri perhatian dan meninggalkan kesan mendalam.
Baca Juga:Bukan Sekadar Lomba, Pesta Rakyat Trindo Residence Jadi Modal Sosial Kekompakan Warga
Puncak kemeriahan terlihat jelas saat Tim Penilai dari Pemdes Cibadak melakukan tinjauan lapangan ke wilayah RT 04.
Kekompakan warga pecah seketika saat menyambut rombongan tim penilai yang dipimpin langsung oleh Kepala Desa Cibadak, Liya Muliya.
Warga RT 04 menyajikan seni penyambutan khas Tatar Sunda sebuah tren penyambutan budaya yang belakangan ini juga dipopulerkan oleh Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.
Salah satu daya tarik utama terjadi saat seorang wanita yang mengenakan busana anggun bak karakter mitologi Nyi Roro Kidul melangkah maju menyambut kedatangan Kepala Desa dan menyerahkan tangkai bunga sebagai simbol penghormatan.
Penyambutan tak berhenti sampai di situ. Rangkaian pertunjukan seni yang melibatkan seluruh elemen masyarakat RT 04 terus berlanjut secara bergantian.
Baca Juga:Dedi Mulyadi Soroti Sampah Mengendap 32 Tahun di Saluran Air Kota Bandung
Seorang gadis cantik tampil membawakan tarian tradisional yang begitu memukau.
Penampilannya berhasil menghidupkan suasana hingga mengundang riuh tepuk tangan warga dan tradisi saweran.
Generasi muda dan anak-anak turut ambil bagian dengan mengenakan pakaian adat Sunda, menampilkan gerak kompak yang menggemaskan sekaligus edukatif dalam melestarikan budaya.
Parade dilanjutkan oleh rombongan ibu-ibu muda yang menggendong buah hati mereka, disusul barisan ibu-ibu berpakaian kebaya khas Sunda yang anggun.
Sebagai penutup yang mendebarkan, para pria dan bapak-bapak setempat yang mengenakan pakaian adat Sunda memperagakan atraksi ketangkasan memainkan sebilah golok.
Aksi ini sukses membuat para penonton dan tim penilai merinding terpukau oleh keahlian yang ditampilkan.