- Sling Jembatan Gantung Pongpet di Cijulang putus saat peresmian oleh Dandim Pangandaran pada Minggu (30/8/2026).
- Bupati Citra Pitriyami menyatakan pemkab menunggu kejelasan status program TNI sebelum mengambil alih pengelolaan jembatan.
- Pemerintah Kabupaten Pangandaran berencana membangun jembatan permanen demi meningkatkan keamanan jangka panjang bagi masyarakat.
SuaraJabar.id - Insiden putusnya kabel baja atau sling Jembatan Gantung Pongpet saat prosesi peresmian menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat.
Peristiwa tersebut dinilai menjadi bahan evaluasi untuk memastikan infrastruktur penyeberangan yang dibangun bagi masyarakat memenuhi aspek keamanan dan keselamatan.
Bupati Pangandaran Citra Pitriyami mengatakan pemerintah daerah berkomitmen meningkatkan kualitas sekaligus keselamatan infrastruktur konektivitas di berbagai wilayah.
Namun, terkait Jembatan Gantung Pongpet di Dusun Margajaya, Desa Margacinta, Kecamatan Cijulang, Citra menyebut perlu ada kejelasan mengenai status dan kewenangan pengelolaannya.
Baca Juga:Tetangga Manfaatkan Kedekatan, Siswi SMP di Pangandaran Jadi Korban Kekerasan Seksual
Sebab, pembangunan jembatan tersebut merupakan bagian dari program TNI. Pemerintah daerah, kata Citra, tidak bisa begitu saja mengambil alih pengelolaan tanpa melalui koordinasi dan pembahasan dengan pihak terkait.
![Bupati Pangandaran Citra Pitriyami menceritakan detik-detik jembatan gantung Pongpet putus. [Ala/HarapanRakyat]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/09/01/97841-bupati-pangandaran-citra-pitriyami.jpg)
“Kita tidak bisa tiba-tiba mengambil alih. Harus dipastikan dulu karena itu program TNI. Kalau sudah clear, baru kita koordinasi,” kata Citra melansir Harapanrakyat--jaringan Suara.com, Rabu (2/8/2026).
Jembatan Gantung Pongpet mengalami insiden pada Minggu (30/8/2026) sekitar pukul 16.15 WIB. Saat itu, Citra hadir memenuhi undangan Dandim 0625/Pangandaran dalam agenda peresmian jembatan di wilayah Desa Margacinta.
Insiden terjadi ketika rangkaian peresmian berlangsung. Putusnya sling jembatan tersebut kemudian menjadi perhatian dan memunculkan evaluasi terhadap aspek keamanan infrastruktur penyeberangan.
Citra berharap kejadian tersebut tidak berhenti sebagai sebuah insiden, tetapi menjadi momentum untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pembangunan jembatan, terutama dari sisi konstruksi dan keselamatan pengguna.
Baca Juga:BPBD Pangandaran Waspadai Peningkatan Risiko Kebakaran Hutan Selama Musim Kemarau
Bupati Ingin Jembatan Permanen
Sebagai langkah jangka panjang, Citra mendorong pembangunan jembatan permanen untuk menggantikan jembatan gantung yang digunakan sebagai akses penghubung masyarakat.
Menurutnya, jembatan permanen dinilai lebih tepat untuk menunjang kebutuhan konektivitas warga dalam jangka panjang sekaligus meningkatkan aspek keselamatan.
Pengalaman melihat langsung kondisi jembatan saat insiden terjadi semakin memperkuat keinginan tersebut.
“Ke depan, mudah-mudahan ada anggaran, kita tidak lagi membangun jembatan gantung, tetapi jembatan permanen,” tegasnya.
Citra menilai pembangunan jembatan bukan sekadar menyediakan akses penghubung antarwilayah, tetapi juga berkaitan langsung dengan keselamatan masyarakat yang menggunakannya.