- Seorang pemuda berusia 27 tahun ditemukan meninggal dunia di rumahnya di Ujunggenteng, Sukabumi, pada Senin (7/9/2026).
- Polisi menduga korban melakukan bunuh diri, sementara pihak keluarga menolak visum dan menerima kejadian sebagai musibah.
- Petugas kepolisian mendatangi lokasi kejadian, memeriksa saksi, dan mengimbau masyarakat agar meningkatkan kepedulian sosial.
SuaraJabar.id - Seorang pemuda berusia 27 tahun, warga Ujunggenteng, Kecamatan Ciracap, Kabupaten Sukabumi, ditemukan meninggal dunia gantung diri di rumahnya pada Senin (7/9/2026) sekitar pukul 09.30 WIB.
Kapolsek Ciracap AKP Taufick Hadian mengatakan korban pertama kali ditemukan oleh ibunya. Saat itu, sang ibu hendak menuju dapur dan mendapati korban dalam kondisi tidak bernyawa.
"Saat itu saksi berada di ruang tengah rumah. Ketika hendak menuju dapur, ia melihat anaknya sudah dalam keadaan meninggal dunia," kata Taufick melansir Sukabumiupdate--jaringan Suara.com.
Setelah menemukan korban, ibu korban meminta bantuan kepada tetangga. Dua warga kemudian datang dan membantu proses evakuasi. Peristiwa tersebut selanjutnya dilaporkan kepada Pemerintah Desa Ujunggenteng dan Polsek Ciracap.
Baca Juga:Karhutla Jabar Tembus 138 Kejadian, Sumedang Terbanyak dan Sukabumi Terluas
Petugas kepolisian yang menerima laporan langsung mendatangi lokasi untuk melakukan pemeriksaan tempat kejadian perkara (TKP), meminta keterangan sejumlah saksi, serta mengevakuasi korban.
Berdasarkan pemeriksaan awal, polisi menduga korban meninggal dunia akibat bunuh diri. Namun, motif atau latar belakang kejadian tersebut masih dalam penyelidikan Unit Reskrim Polsek Ciracap.
Taufick mengatakan pihak keluarga menolak dilakukan visum et repertum dan menerima kejadian tersebut sebagai musibah. Jenazah korban selanjutnya akan dimakamkan di tempat pemakaman umum (TPU) setempat.
Kepolisian mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kepedulian terhadap orang-orang di sekitar yang sedang menghadapi persoalan atau membutuhkan dukungan.
Masyarakat juga diminta segera menghubungi keluarga, tenaga kesehatan, atau layanan darurat terdekat apabila menemukan seseorang yang membutuhkan pertolongan.
Baca Juga:Kolaborasi Kelompok Tani Cipicung dan SEG, Sulap 15 Ternak Jadi Modal Berkelanjutan