- Kebakaran melanda lahan bambu seluas tiga hingga lima ribu meter persegi di perbatasan Sukabumi pada Kamis sore.
- Petugas pemadam kebakaran bersama warga berhasil memadamkan api dengan cepat sehingga tidak merembet ke permukiman warga.
- Insiden tersebut tidak menimbulkan korban jiwa, sementara penyebab pasti kebakaran masih dalam proses penyelidikan pihak berwenang.
SuaraJabar.id - Kebakaran lahan terjadi di wilayah perbatasan Kecamatan Cibadak dan Nagrak, Kabupaten Sukabumi, Kamis (3/9/2026) sore. Api membakar rumpun bambu di lahan seluas sekitar 3.000 hingga 5.000 meter persegi dan sempat mengancam permukiman warga.
Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK) Cibadak Mawaldi mengatakan, api pertama kali muncul sekitar pukul 16.30 WIB di Kampung Cisandaria RT 04/02, Desa Cisarua, Kecamatan Nagrak.
"Awal api muncul di wilayah Kampung Cisandaria, Desa Cisarua, kemudian merembet ke Kampung Situsaeur, RT 01/RW 11, Kelurahan Cibadak, Kecamatan Cibadak," kata Mawaldi melansir Sukabumiupdate--jaringan Suara.com, Jumat (4/9/2026).
Api dengan cepat membesar akibat hembusan angin dan kondisi rumpun bambu yang kering. Luas lahan terdampak diperkirakan mencapai 3.000 hingga 5.000 meter persegi.
Baca Juga:Cegah Karhutla, Dedi Mulyadi Setop Pendakian Gunung di Jabar Selama Musim Kemarau
Kebakaran pertama kali diketahui salah satu anggota manajemen Hotel Mercure Nagrak yang kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada pihak terkait. Laporan diteruskan kepada Pemerintah Desa Cisarua, Kelurahan Cibadak, P2BK, Babinsa, Bhabinkamtibmas, hingga Pos Damkar V Cibadak.
Petugas Damkar Pos V Cibadak tiba di lokasi sekitar pukul 16.50 WIB dengan mengerahkan satu unit armada pemadam. Bersama warga dan unsur terkait, petugas berupaya melokalisasi api agar tidak merambat ke permukiman.
"Api sempat dikhawatirkan merambat ke permukiman sekitar. Namun berkat penanganan cepat, saat ini api sudah berhasil dipadamkan sepenuhnya," ujar Mawaldi.
Diduga Ada Unsur Kelalaian
Mengenai penyebab kebakaran, Mawaldi menyebut dugaan sementara mengarah pada tindakan manusia. Namun, penyebab pasti masih dalam proses penyelidikan.
Baca Juga:Karhutla Jabar Tembus 138 Kejadian, Sumedang Terbanyak dan Sukabumi Terluas
"Dugaan sementara ada oknum jahil yang membakar rumpun bambu. Namun untuk penyebab pastinya masih dalam proses penyelidikan dan kajian lebih lanjut," jelasnya.
Tidak ada korban jiwa maupun luka dalam kejadian tersebut. Penanganan kebakaran melibatkan Damkar Pos V Cibadak, P2BK Cibadak dan Nagrak, Babinsa, Bhabinkamtibmas, Satpol PP, URC Cisarua, serta perangkat desa dan kelurahan setempat.
Petugas memastikan api telah berhasil dipadamkan dan situasi di sekitar lokasi kebakaran kembali kondusif.