Usai Serang Warga Kabupaten Bandung, BKSDA Ungkap Kondisi Macan Tutul Jawa

Macan tutul Jawa yang sempat menyerang warga di Bandung kini sehat usai direhabilitasi dan dipindah ke Sukabumi untuk persiapan pelepasliaran.

Ronald Seger Prabowo
Kamis, 03 September 2026 | 19:44 WIB
Usai Serang Warga Kabupaten Bandung, BKSDA Ungkap Kondisi Macan Tutul Jawa
Macan tutul Jawa (Panthera pardus melas) yang sempat masuk permukiman dan menyerang warga di Kecamatan Pacet, Kabupaten Bandung, pada Februari 2026 silam, kini dalam kondisi sehat setelah menjalani rehabilitasi. [ANTARA]
Baca 10 detik
  • Macan tutul Jawa yang menyerang warga Kabupaten Bandung pada Februari 2026 berhasil dievakuasi dalam kondisi luka-luka.
  • Satwa dilindungi itu telah menjalani perawatan medis intensif dan dipindahkan ke Sukabumi untuk proses rehabilitasi lanjutan.
  • BBKSDA Jawa Barat berharap rehabilitasi tersebut mampu mengembalikan kondisi fisik dan perilaku agar dapat dilepasliarkan kembali.

SuaraJabar.id - Macan tutul Jawa (Panthera pardus melas) yang sempat masuk permukiman dan menyerang warga di Kecamatan Pacet, Kabupaten Bandung, pada Februari 2026 silam, kini dalam kondisi sehat setelah menjalani rehabilitasi.

Kepala Seksi Konservasi Wilayah V Garut BBKSDA Jawa Barat Vitriana Yulalita mengatakan, macan tutul jantan tersebut sebelumnya dievakuasi dari Desa Maruyung, Kecamatan Pacet, dalam kondisi luka-luka.

“Yang jelas untuk sementara ini dalam kondisi sehat, tapi masih perlu perawatan lebih lanjut,” kata Vitriana saat dihubungi di Garut, Kamis (3/9/2026).

Setelah dievakuasi, satwa tersebut dititipkan di Taman Satwa Cikembulan, Kabupaten Garut, untuk menjalani perawatan dan rehabilitasi. Tim medis memantau kondisi satwa setiap hari, mulai dari pola makan, minum hingga perilakunya.

Baca Juga:Macan Tutul Masuk Hotel di Bandung: 'Nginap' 3 Jam di Lantai 2

Setelah kondisinya membaik dan mampu berjalan serta makan dengan normal, macan tutul tersebut kemudian dipindahkan ke Yayasan Cikananga Konservasi Terpadu (YCKT), Sukabumi, untuk mendapatkan rehabilitasi lanjutan.

Menurut Vitriana, YCKT memiliki fungsi sebagai pusat penyelamatan satwa sehingga penanganan dapat dilakukan lebih intensif sebagai persiapan sebelum dilepasliarkan.

“Diharapkan penanganan dan fasilitas untuk mempersiapkan kondisi terbaik satwa juga lebih optimal. Kita semua berharap masih bisa dilepasliarkan kembali di lokasi yang tepat,” ujarnya.

Sebelumnya, macan tutul tersebut menjalani masa karantina dan mendapat perawatan dokter hewan serta tim medis. Perkembangannya terus diobservasi hingga dinyatakan dalam kondisi sehat.

BBKSDA Jawa Barat berharap proses rehabilitasi lanjutan dapat mengembalikan kondisi fisik dan perilaku alaminya sehingga satwa dilindungi tersebut memiliki peluang untuk kembali ke habitatnya.

Baca Juga:Macan Tutul Masuk Balai Desa, Warga Kuningan Panik!

[ANTARA]

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini