- Insufisiensi vena kronis adalah gangguan pembuluh darah yang menyebabkan kaki bengkak, nyeri, dan perubahan kulit akibat katup vena gagal mengalirkan darah secara optimal.
- Dr. Emanoel Oepangat di Siloam Hospitals TB Simatupang menjelaskan bahwa diagnosis dilakukan melalui pemeriksaan klinis dan ultrasonografi dupleks.
- Prosedur Endovenous Laser Ablation atau EVLA dan perubahan gaya hidup menjadi pilihan penanganan medis bagi pasien insufisiensi vena kronis yang memenuhi indikasi.
Pada pasien yang memenuhi indikasi, salah satu pilihan penanganan insufisiensi vena kronis adalah Endovenous Laser Ablation (EVLA).
Prosedur minimal invasif ini menggunakan energi panas dari serat laser yang dimasukkan ke dalam vena yang mengalami refluks dengan panduan ultrasonografi.
Tujuannya menutup vena superfisial yang mengalami refluks sehingga aliran darah dapat dialihkan melalui jaringan vena lain yang masih berfungsi dengan baik.
“EVLA bukan tindakan kosmetik semata dan tidak diberikan hanya berdasarkan adanya vena yang terlihat menonjol. Tindakan dilakukan berdasarkan kondisi klinis pasien dan hasil pemeriksaan,” jelas dr. Emanoel.
Ia menambahkan, penanganan gangguan vena juga dapat mencakup perubahan gaya hidup. Menjaga berat badan, tetap aktif bergerak, menghindari duduk atau berdiri terlalu lama, elevasi tungkai, penggunaan kompresi, serta mengikuti anjuran terapi dapat menjadi bagian dari upaya menjaga kesehatan vena.
Baca Juga:Waspada Abu Vulkanik! Pakar Paru UI Imbau Warga Lakukan Langkah Perlindungan Ini
“CVI dan varises dapat diatasi dengan EVLA pada pasien yang memenuhi indikasi,” katanya.
Hospital Director Siloam Hospitals TB Simatupang, dr. Dewi Wiguna, mengatakan layanan kardiovaskular di rumah sakit tersebut mencakup pemeriksaan, terapi, hingga pemantauan pasien dengan gangguan jantung dan pembuluh darah.
Momentum menjelang World Heart Day yang diperingati setiap 29 September 2026, menurutnya, menjadi kesempatan untuk memperluas pemahaman masyarakat bahwa kesehatan kardiovaskular tidak hanya berkaitan dengan organ jantung.
“Kesehatan jantung tidak hanya berkaitan dengan jantung itu sendiri, tetapi juga dengan pembuluh darah yang berperan penting dalam menjaga kelancaran aliran darah ke seluruh tubuh,” kata Dewi.
Ia mengatakan EVLA menjadi salah satu pilihan terapi modern untuk menangani varises dan gangguan aliran balik darah pada vena, tentunya berdasarkan kebutuhan dan kondisi klinis masing-masing pasien.
Baca Juga:Hujan Abu Anak Krakatau Meluas Hingga Jabar, Material Pasir Halus Ditemukan Warga Bandung
Executive Director Siloam Hospitals TB Simatupang, Mada Shinta Dewi, menambahkan edukasi mengenai kesehatan pembuluh darah perlu terus dilakukan agar masyarakat tidak mengabaikan keluhan yang muncul pada tungkai.
“Keluhan seperti kaki terasa berat, bengkak, perubahan kulit, atau luka yang sulit sembuh sebaiknya tidak dianggap sepele. Harapannya, masyarakat tahu kapan perlu memeriksakan diri dan mendapat penanganan yang sesuai,” ujarnya.
Siloam Hospitals TB Simatupang juga memiliki layanan kardiologi yang didukung sejumlah fasilitas, di antaranya CT Scan 512 Slice dan Cath Lab dengan teknologi terkini, serta tenaga medis dan perawat yang berpengalaman dan tersertifikasi.
Dewi menekankan bahwa penggunaan teknologi medis tetap harus disesuaikan dengan kebutuhan klinis pasien.
“Teknologi medis digunakan berdasarkan kebutuhan klinis masing-masing pasien, bukan semata-mata karena teknologinya tersedia. Teknologi yang baik adalah teknologi yang digunakan secara tepat, aman, dan memberikan manfaat nyata bagi pasien,” tutupnya.