- Surakman, ABK kapal Arupadatu 1, ditemukan meninggal dunia di perairan Pulau Enggano, Bengkulu, pada Rabu, 22 September 2026.
- Hasil tes DNA pihak kepolisian memastikan jasad tersebut adalah Surakman yang hilang saat meliput erupsi Gunung Anak Krakatau.
- Jenazah korban erupsi Selat Sunda tersebut akan segera dievakuasi oleh Polairud untuk menjalani proses penanganan selanjutnya di Bengkulu.
SuaraJabar.id - Teka-teki hilangnya rombongan wartawan saat meliput erupsi Gunung Anak Krakatau perlahan menemui titik terang.
Terbaru, jasad pria ditemukan di perairan Pulau Enggano, Bengkulu. Berdasarkan pencocokan DNA, dipastikan jasad tersebut merupakan Surakman (60), kru kapal Arupadatu 1 yang hilang bersama lima wartawan dan dua kru lainnya di Selat Sunda.
"Dari DNA, ada persamaan dengan korban ABK Sukarman,” ujar sumber kepolisian yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan yang diunggah akun Instagram @infotangerang_id, Rabu (22/9/2026).
Surakman, yang juga dikenal sebagai Sukarman, merupakan warga Carita, Kabupaten Pandeglang, Banten. Jenazahnya masih berada di Bengkulu dan rencananya akan dievakuasi oleh Polairud untuk proses selanjutnya.
Baca Juga:Terungkap! Ini Identitas Lima Wartawan yang Hilang Kontak di Gunung Anak Krakatau
Surakman menjadi bagian dari rombongan yang berlayar menggunakan kapal Arupadatu 1 untuk meliput erupsi Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda pada Senin (7/9/2026). Kapal tersebut kemudian hilang kontak dan seluruh penumpangnya dinyatakan hilang.
Penemuan dan identifikasi jenazah Surakman menjadi titik terang di tengah pencarian delapan orang yang hingga kini masih menjadi perhatian tim SAR gabungan.
Selain Surakman, rombongan tersebut terdiri atas lima jurnalis, yakni M Bagus Khoirunnas dari Antara, Ari Basuki dari Merdeka.com, Yudhistiro dari iNews, Firdaus dari Anadolu, serta Donal, jurnalis lepas. Dua kru lainnya yakni Warta selaku nakhoda dan Heriyanto sebagai pemandu.
Surakman diketahui telah lama menggantungkan hidupnya di laut. Sejak duduk di bangku sekolah dasar, ia telah menjadi nelayan dan tercatat ratusan kali berlayar menuju kawasan Gunung Anak Krakatau maupun Ujung Kulon.
Kini, kepastian identitas Surakman menjadi bagian penting dalam rangkaian pencarian dan penanganan kasus hilangnya rombongan Arupadatu 1.
Baca Juga:Rombongan Jurnalis Hilang di Perairan Anak Krakatau, PFI Siaga Penuh Bantu Pencarian