- Kemendukbangga dan Komisi IX DPR RI menggelar sosialisasi Bangga Kencana di Semarang pada Rabu, 4 November 2026.
- Anggota Komisi IX DPR RI Muhammad Haris menekankan pentingnya peran aktif ayah dalam mencegah fenomena fatherless.
- Kepala DP3AKB Kabupaten Semarang Dewanto Leksono mengenalkan program prioritas untuk mendukung kualitas pengasuhan dan kesehatan keluarga.
SuaraJabar.id - Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (Kemendukbangga/BKKBN) bersama mitra kerja Komisi IX DPR RI menggelar sosialisasi Program Pembangunan Keluarga, Kependudukan, dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana) di Balai Desa Pakis, Kecamatan Bringin, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, Rabu (4/11/2026).
Kegiatan tersebut menyoroti pentingnya perencanaan keluarga, kesehatan ibu dan anak, serta keterlibatan ayah dalam pengasuhan untuk membangun keluarga berkualitas menuju Indonesia Emas 2045.
Anggota Komisi IX DPR RI Muhammad Haris mengatakan, keluarga merupakan aset paling berharga yang harus menjadi perhatian seluruh anggota keluarga, baik suami, istri maupun anak.
“Bicara keluarga itu panjang. Harta kita yang paling berharga adalah keluarga. Karena itu, perhatikan istri, suami, dan anak-anak kita. Keluarga harus menjadi perhatian utama,” ujar Haris, dalam pesan yang diterima.
Baca Juga:Gejala Keracunan Siswa SMPN 2 Cisarua Muncul Kurang dari 30 Menit Usai Konsumsi MBG
Dia juga mengingatkan masyarakat agar memahami prinsip empat terlalu (4T) dalam perencanaan kehamilan, yakni terlalu tua, terlalu muda, terlalu dekat, dan terlalu banyak.
Menurutnya, perencanaan kehamilan bukan hanya menjadi tanggung jawab perempuan, tetapi juga laki-laki. Pemahaman tersebut penting untuk menjaga kesehatan ibu dan anak serta mencegah risiko kehamilan.
Selain itu, Haris mengajak para ayah lebih aktif terlibat dalam pendidikan dan pengasuhan anak. Keterlibatan tersebut dapat dimulai dari hal sederhana, seperti mengantar anak ke sekolah hingga mengambil rapor.
“Jangan hanya menyerahkan urusan anak kepada ibu. Ayah juga harus hadir dan terlibat dalam pendidikan serta tumbuh kembang anak,” pesannya.
Sementara itu, Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Tengah Rusman Efendi menjelaskan, transformasi BKKBN menjadi kementerian membuat cakupan program pembangunan keluarga semakin luas.
Baca Juga:BRI dan Prodia Berikan Akses Pemeriksaan Kesehatan dengan Privilege Khusus Bagi Nasabah Prioritas
Melalui program Bangga Kencana, pemerintah berupaya menghadirkan berbagai program yang menyentuh langsung kebutuhan keluarga di daerah, termasuk edukasi mengenai keluarga berencana dan kesehatan reproduksi.
Rusman menegaskan, pengetahuan mengenai kehamilan dan persalinan harus dimiliki kedua orang tua. Sebab, kondisi kehamilan yang tidak direncanakan dengan baik dapat membahayakan kesehatan ibu maupun bayi.
“Kehamilan dan persalinan bukan hanya ibu-ibu yang harus memahami. Bapak-bapak juga harus tahu,” katanya.
Di sisi lain, Kepala DP3AKB Kabupaten Semarang Dewanto Leksono WS menyoroti pentingnya keterlibatan ayah dalam pengasuhan anak untuk mencegah fenomena fatherless.
Menurutnya, fenomena tersebut terjadi ketika seorang anak memiliki ayah secara fisik, tetapi tidak mendapatkan perhatian, pendampingan, dan keterlibatan ayah dalam kehidupan sehari-hari.
Ia menilai kampanye Kemendukbangga bertajuk #AyahWajibHadir perlu diterapkan dalam kehidupan keluarga dan lingkungan masyarakat.