Pendiri CAN Borneo Luruskan Isi Pertemuan Relawan dengan Menteri Kehutanan

Pendiri CAN Borneo, Paulinus Kristanto, jelaskan pertemuan daring relawan karhutla dengan Menhut untuk bahas kendala lapangan, bukan drama politik.

Ronald Seger Prabowo
Selasa, 20 Oktober 2026 | 22:58 WIB
Pendiri CAN Borneo Luruskan Isi Pertemuan Relawan dengan Menteri Kehutanan
Menteri Kehutanan, Raja Juli Antoni saat memberikan keterangan. (Suara.com/Bagas)
Baca 10 detik
  • Pendiri CAN Borneo Paulinus Kristanto menjelaskan pertemuan daring relawan karhutla dengan Menhut Raja Juli Antoni pada 12 Oktober 2026.
  • Pertemuan membahas kendala operasional, usulan pembangunan *flying camp*, penguatan koordinasi posko, dan tindak lanjut bantuan perusahaan.
  • Paulinus mengajak publik fokus pada pemadaman serta penyelamatan satwa di Tanjung Puting daripada memperdebatkan rekaman pertemuan.

SuaraJabar.id - Pendiri Conservation Action Network (CAN) Borneo, Paulinus Kristanto, memberikan penjelasan terkait pertemuan daring antara relawan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dengan Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni yang belakangan menjadi perbincangan publik.

Ia menegaskan, pertemuan tersebut berawal dari upaya menyampaikan berbagai kendala yang dihadapi relawan di lapangan.

Paulinus mengatakan, saat ini relawan masih berfokus pada pemadaman kebakaran dan penyelamatan satwa terdampak karhutla di kawasan Taman Nasional Tanjung Puting. Ia menyayangkan perhatian publik justru ramai tertuju pada rekaman Zoom dan rangkuman pertemuan dengan Menhut Raja Juli.

"Kita masih sibuk pemadaman, rescue satwa terdampak karhutla, lah malah rame soal rekaman Zoom dan rangkuman pertemuan dengan Menteri Kehutanan," tulis Paulinus dalam akun instagramnya dilansir, Selasa (20/10/2026).

Baca Juga:Lewati Turunan dan Belokan, Truk Sembako Terguling di Hutan Cipeucang Sukabumi

Ia menjelaskan, pertemuan tersebut bermula ketika sejumlah relawan menghubunginya untuk menyampaikan persoalan yang mereka hadapi selama bertugas. Keluhan itu mencakup kendala koordinasi di lapangan, kebutuhan peralatan, logistik, hingga biaya operasional. Paulinus kemudian meneruskan berbagai persoalan tersebut kepada rekan-rekannya di Kementerian Kehutanan.

Menurut Paulinus, Menhut Raja Juli yang saat itu masih berada di Palangka Raya bersedia mendengarkan langsung masukan para relawan melalui pertemuan daring pada 12 Oktober 2026, sembari menunggu kunjungan ke Tanjung Puting.

Dalam pertemuan tersebut, sejumlah kebutuhan penanganan karhutla dibahas, termasuk usulan pembangunan flying camp agar tim lebih dekat dengan titik api. Relawan juga mendorong penguatan koordinasi antara relawan, Balai Taman Nasional Tanjung Puting, dan BPBD melalui posko induk di Pangkalan Bun. Menurut Paulinus, Menteri Kehutanan meminta jajaran balai memperkuat koordinasi tersebut.

Selain itu, Paulinus menyampaikan keluhan seorang relawan yang tidak dapat mengikuti pertemuan. Berdasarkan informasi yang diterimanya, perusahaan di sekitar kawasan belum memberikan bantuan yang diminta karena masih menangani kebakaran di lahan mereka sendiri. Menanggapi hal itu, Menteri Kehutanan langsung meminta direktur jenderal terkait untuk menindaklanjutinya.

Terkait pembahasan anggaran yang turut menjadi sorotan, Paulinus menjelaskan bahwa konteksnya adalah pertanyaan mengenai biaya operasional relawan. Ia memahami penjelasan Menteri Kehutanan sebagai gambaran keterbatasan alokasi untuk mendukung kebutuhan operasional relawan, bukan sebagai pernyataan bahwa kementerian tidak memiliki anggaran untuk penanganan karhutla.

Baca Juga:Karhutla Hanguskan 18 Hektare Hutan di Sukabumi, Sejumlah Titik Masih Berasap

"Nah, soal anggaran yang ramai dibicarakan, konteksnya adalah pertanyaan tentang biaya operasional relawan. Pak Menteri menjelaskan keterbatasan alokasi untuk kebutuhan itu. Jadi, aku memahami penjelasan tersebut sebagai keterbatasan dukungan operasional relawan, bukan bahwa kementerian sama sekali TIDAK punya anggaran penanganan karhutla," ujarnya.

Paulinus juga menyebut Wakil Menteri Kehutanan Rohmat Marzuki menjelaskan dukungan melalui skema bantuan presiden (Banpres) yang telah diajukan Menhut Raja Juli dan perlu dikoordinasikan dengan pemerintah daerah. Dalam tindak lanjutnya, kepala balai diminta mendata para relawan.

Ia menegaskan, pertemuan tersebut menjadi ruang bagi relawan untuk menyampaikan persoalan secara langsung agar berbagai kendala di lapangan dapat dicarikan jalan keluar. Paulinus mengakui relawan menghadapi banyak kesulitan dalam menjalankan tugas, terutama ketika pemadaman dan penyelamatan satwa masih berlangsung.

Karena itu, ia mengajak semua pihak untuk tidak mengalihkan perhatian dari pekerjaan utama penanganan karhutla. Menurutnya, kebutuhan mendesak saat ini adalah menyelesaikan kebakaran dan memastikan upaya penyelamatan di lapangan tetap berjalan.

"Jadi udahlah ga usah ke mana-mana bahasannya, kita masih terus kerja di lapangan. Capek dengan drama politik, kita selsaikan dulu api ini kanda-kandaku," tutup Paulinus.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini