SuaraJabar.id - Pemerintah Provinsi (Pemporv) Jawa Barat dipastikan bakal membantu pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Depok, jembatan layang di Jalan Kartini dan underpass di perlintasan kereta dekat Stasiun Citayam.
Kepastian tersebut disampaikan Anggota DPRD Provisi Jawa Barat Hasbullah Rahmat. Menurut Hasbullah Rahmat pembangunan jembatan layang dan underpass sangat dibutuhkan di ruas jalan tersebut.
"Flyover dan underpass sudah kami ajukan tahun ini, Insya Allah selesai tahun depan mulai dikerjakan," kata Hasbullah kepada Suara.com, Selasa (9/4/2019).
Volume kendaraan yang terus bertambah, namun tidak diimbangi dengan pembangunan infrastruktur menjadi pertimbangan kebutuhan jembatan layang dan underpas untuk mengurangi kemacetan di Depok.
"Nilainya cukup besar, Insya Allah tahun ini dapat terealisasi," ucapnya.
Selain itu, Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan membantu pembangunan RSUD yang kedua di wilayah Kecamatan Tapos.
Kebutuhan pembangunan RSUD tersebut untuk mengimbangi proporsi masyarakat Depok yang saat ini jumlah penduduknya mencapai 2 juta jiwa lebih.
Lebih lanjut, Hasbullah mengatakan bantuan pembangunan ini untuk mempercepat pertumbuhan pembangunan di Depok khususnya infrastruktur, kesehatan, dan pendidikan.
Sementara itu, anggota DPRD Propinsi Jawa Barat, Irfan Suryanagara lainnya mengemukakan, juga akan menambah jumlah ruang kelas dan gedung sekolah di Kota Depok.
Baca Juga: Delapan Organisasi Perdagangan Desak Donald Trump soal Tarif Otomotif
Selama ini dikatakan Irfan, sekitar 7 ribu siswa dari 27 ribu siswa lulusan sekolah menengah pertama (SMP) setiap tahunnya tidak tertampung di sekolah menangah atas (SMA) Negeri, SMK Negeri dan sederajat lainnya.
"Kami memang tengah mengusulkan agar ada penambahan anggaran pembangunan ruang kelas atau gedung baru SMA/SMK di Kota Depok, " katanya.
Kekurangan fasilitas sarana maupun prasarana tersebut membuat persoalan setiap tahun, terutama saat penerimaan siswa baru SMA atau SMK.
Sebetulnya, lanjut Irfan, jika orang tua siswa ingin melanjutkan jenjang pendidikan anaknya tidak hanya terfokus kepada sekolah negeri hal tersebut bisa tertangani, lantaran saat ini kualitas pendidikan baik di negeri maupun swasta sudah cukup bersaing.
"Ini karena semua memilih ingin ke sekolah negeri, jelas tidak tertampung dengan jumlah sekolah negeri yang hanya 14 unit SMA saja ditambah SMK hanya empat unit," tuturnya.
Usulan anggaran untuk penambahan ruang kelas dan gedung baru di Kota Depok merupakan hasil dari data yang diperoleh selama ini. Dari data tersebut menunjukan, kebanyakan ruang kelas hanya sembilan ruang kelas, padahal seharusnya minimal 12 ruang kelas.
Berita Terkait
Terpopuler
- Banyak UMKM Mundur dari Rans Carnival Jogja, Warganet Pasang Badan Bantu Larisin
- Tak Ingin Sakiti Hati Warga Jogja, OM Wawes Pilih Batal Manggung di RANS Carnival
- 5 Sunscreen untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- Tolak Andrea Bocelli, GPCI Bakal Gelar Konser Besar Galang Dana Palestina
- Konser Andrea Bocelli di Borobudur Tetap Digelar, KIBBM Siapkan Tablig Akbar Penolakan
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Viral Pasien Lansia Terlantar di Teras Puskesmas Bantarujeg, Ini Kronologinya
-
Kepung Lokasi Balap Liar KM 77 Cipali, Polsek Campaka Amankan 35 Remaja dan 24 Motor
-
Persib Bandung Bantai Kalteng FC dan Tempel Ketat Puncak Klasemen
-
Kecelakaan Maut di Bekasi: Rem Blong, Truk Molen Hantam Halte dan Tewaskan 6 Orang
-
Satu Pelaku Curas di Bekasi Ditangkap, Polisi Dalami Keterkaitan dengan 12 Kasus Lain