- Polres Cimahi menangkap dua tersangka berinisial YA (16) dan AP (17) di Garut terkait pembunuhan pelajar SMP di Bandung Barat.
- Korban ZAAQ dibunuh pada Senin (9/2) sore setelah pelaku mendatangi korban di Bandung; jasad ditemukan Jumat malam.
- Pelaku merekayasa informasi penculikan menggunakan ponsel korban setelah aksi pembunuhan terjadi dan sempat melarikan diri.
SuaraJabar.id - Kasus pembunuhan sadis yang menimpa seorang pelajar SMP di bekas kawasan wisata Kampung Gajah, Jalan Sersan Bajuri, Kabupaten Bandung Barat, akhirnya menemui titik terang.
Kepolisian Resor (Polres) Cimahi berhasil meringkus dua tersangka pelaku, yang mengejutkan, masih berusia di bawah umur.
Penangkapan ini membuka tabir kelam di balik hilangnya ZAAQ, pelajar SMP Negeri 26 Kota Bandung, yang sempat dikabarkan menjadi korban penculikan.
Kapolres Cimahi AKBP Niko N. Adi Putra mengungkapkan, "Terkait penemuan jasad di kawasan eks Kampung Gajah, pihak kepolisian telah mengamankan pelaku. Dua di antaranya diketahui masih berusia di bawah umur dan ditangkap di Garut."
Penangkapan ini dilakukan oleh Unit Resmob Satreskrim Polres Cimahi terhadap dua pelaku berinisial YA (16) dan AP (17) di Desa Banyuresmi, Kabupaten Garut, pada Sabtu (14/2/2026) malam.
Sebelumnya, kedua pelaku sempat melarikan diri ke Tasikmalaya sebelum akhirnya kembali ke Garut dan berhasil diamankan.
Ironisnya, informasi awal mengenai penculikan ZAAQ ternyata adalah rekayasa para pelaku. Pihak kepolisian menyebutkan bahwa ponsel korban sempat berada dalam penguasaan pelaku dan digunakan untuk menyebarkan informasi palsu tersebut.
"Jadi informasi soal korban yang diculik ini, sebetulnya buatan pelaku. Saat itu, ponsel korban ini dalam penguasaan pelaku. Intinya saat ini masih kami dalami dulu hal-hal lainnya," jelas Kapolres dikutip dari ANTARA pada Minggu (16/2/2026).
Rekayasa ini tentu saja menambah kompleksitas kasus dan menimbulkan pertanyaan besar mengenai motif di balik tindakan keji ini.
Baca Juga: PKL Simpang Bara Bakal Digeser ke Situ Babakan, Solusi Jitu Urai Macet Kampus IPB?
Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, aksi pembunuhan tersebut terjadi pada Senin (9/2) sore.
Para pelaku sengaja mendatangi korban ke Bandung, dan beberapa hari kemudian, jasad korban baru ditemukan oleh seorang saksi yang tengah melakukan siaran langsung di media sosial pada Jumat malam.
"Korban tersebut dihabisi pada Senin sore dan pelaku sengaja datang ke Bandung. Kemudian beberapa hari kemudian, jasad korban ini baru ditemukan saksi yang sedang siaran langsung media sosial pada Jumat malam," tambah AKBP Niko.
Penemuan jasad yang tak terduga ini menjadi awal terkuaknya kasus yang menggemparkan publik.
Hingga kini, kedua pelaku masih menjalani pemeriksaan intensif untuk mendalami motif pembunuhan. Usia mereka yang masih sangat muda, ditambah dengan tindakan rekayasa informasi, membuat kasus ini semakin menarik perhatian dan memunculkan berbagai spekulasi.
Berita Terkait
Terpopuler
- Febrie Adriansyah Minta Emas 74 Kg dan Uang Ratusan Miliar Segera Dikembalikan
- 4 Perbedaan Rice Cooker Keramik vs Stainless Steel untuk Memasak Nasi, Mana yang Lebih Sehat?
- 3 Sepatu Jalan untuk Lansia Paling Nyaman, Hands Free Tak Perlu Membungkuk
- Spanduk Polwan saat Adang Aksi BEMI UI Kena Rujak Netizen: Bu Polwan Salah Bawa Spanduk?
- Kulkas Sharp 2 Pintu Berapa Harganya? Ini 3 Pilihan yang Dingin dan Hemat Listrik Sesuai Review
Pilihan
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
Terkini
-
Sengketa Batas Tanah di Tasikmalaya Berujung Maut, Satu Orang Tewas
-
BRI KKB National Expo 2026 Raih Rekor MURI, Hadirkan One Stop Solution Kredit Kendaraan Bermotor
-
Pulang Belanja Sayur Subuh Hari, Nenek 62 Tahun di Bogor Meninggal Dunia Tertimpa Tembok Pembatas
-
Eiger Nature Megamendung: Pelopor Ekowisata Masa Depan dengan Vibe Swiss di Jantung Bogor
-
Tolic Wanti-wanti Rival: Ketika Semua Menyatu, Persib Bakal Jadi Tim Luar Biasa