SuaraJabar.id - Warga Perumahan Bekasi Jaya Indah RW 13 Kelurahan Duren Jaya, Kecamatan Bekasi Timur, Kota Bekasi, Jawa Barat, resah dengan pembangunan ternak jangkrik lokasi fasilitas sosial (fasos) dan fasilitas umum (fasum).
Warga setempat Agus mengatakan pembangunan ternak jangkrik di lahan fasos fasum telah menyalahi aturan lantaran menjadi lokasi komersil.
"Ini tidak bisa dibangun tanpa izin dari Pemerintah Kota Bekasi. Karena ini kan fasos fasum, kepentingan publik bukan untuk komersil," kata Agus, Selasa(27/8/2019).
Sementara, peternakan jangkrik di lokasi tersebut juga mengganggu kenyamanan warga sekitar. Menurut Agus, warga RT 12 dan 15 di RW 13 telah meminta kepada pemerintah untuk melakukan pembongkaran.
"Kami tidak nyaman, nanti berisik kan kalau ada ternak jangkrik, sudah gitu nanti juga jadi kotor. Kami meminta kepada pemerintah untuk membongkar bangunan ternak jangkrik ini," ujar dia.
Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Bekasi Abi Hurairah mengaku telah menerima laporan tersebut. Ia mengatakan, jika lembaganya telah mendatangi lokasi.
"Sudah kami datangi, sudah kami lihat dan akan kami pelajari dulu," ujar Abi saat dihubungi suara.com.
Menurut Abi, pembangunan di lahan fasos-fasum diperbolehkan apabila telah memenuhi syarat-syarat administrasi Pemerintah Kota Bekasi.
"Kalau syarat-syaratnya terpenuhi boleh, makanya nanti kita lihat memenuhi syarat gak, dan ada berapa warga yang setuju dan menolak," katanya.
Baca Juga: Penyediaan Bus Transportasi Bukan Solusi Pemecah Kemacetan di Kota Bekasi
Kontributor : Mochamad Yacub Ardiansyah
Berita Terkait
Terpopuler
- 3 Sepatu New Balance Tanpa Tali, Bantalan Nyaman untuk Jalan Kaki Jauh
- Warga Kayumanis Bogor Tolak PSEL
- 5 Sepatu Adidas Tanpa Tali yang Serbaguna, Anti Pegal Dipakai Jalan Seharian
- 5 HP Baru 2026 Memori Besar dan Baterai Badak untuk Multitasking, Harga Rp2 Jutaan
- 5 Moisturizer Mengandung SPF untuk Pagi Hari, Melembapkan dan Mencerahkan Kulit
Pilihan
-
Kesehatan Donald Trump Bermasalah? Gedung Putih Dituding Tutupi Hasil Medical Check-up
-
Kebakaran RSUD Syekh Yusuf Gowa, Begini Kondisi Terkini Pasien
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
-
Skandal! Jaksa AS Selidiki FIFA, Penjualan Tiket Piala Dunia 2026 Diduga Bermasalah
Terkini
-
Manajemen Persib Buka Suara Terkait Sanksi Transfer Ban dari FIFA
-
QLola by BRI Berikan Layanan Menarik, Dukung Pengelolaan Payroll Perusahaan Lebih Tertata
-
Warga Kayumanis Bogor Tolak PSEL
-
Proyek Tol Menuju Palabuhanratu Ditunda: Ini 7 Fakta di Balik Batalnya Tol Jagoratu 2026
-
Sapi Kurban Asal Depok Mengamuk di Sukabumi, Kabur ke Hutan hingga Dikepung Warga