"Enggak tahu juga, soalnya saya pulang kerja pulang malam. Sudah enggak pernah tahu, kalau ada tempat gitu-gitu deh. Tapi kalau disewain katanya banyak," kata dia.
Hal tersebut dialaminya karena diakuinya banyak orang yang tidak dikenal dan jarang dilihat.
"Kayaknya sih banyak kamar disewain, tapi enggak tahu juga. Soalnya kalau ketemu tetangga apartemen cuma halo halo saja, nyapa gitu mas," katanya.
Ia pun melanjutkan, untuk pengawasan keamanan semuanya sudah diserahkan ke satpam yang menjaga area apartemen.
"Kalau saya sih yang tahu jaga pengawasan dan keamanan pengelola apartemen yaitu satpam, " kata dia.
Dari penelusuran di area itu, satpam apartemen pun tidak bisa memberikan penjelasan lebih lanjut soal sistem dan pengelolaan apartemen. Tetapi, apartemen tersebut memang banyak disewakan.
Hal itu dibenarkan salah satu pengelola apartemen yang menyewakan kamar apartemen dengan durasi perjaman dan berhari-hari.
"Iya disewakan bisa perjam dan berhari-hari. Kalau satu hari biasanya kalau untuk sebesar Rp 250 ribu dan kalau untuk weekend dikenakan tarif Rp 350 ribu," kata seorang pengelola apartemen berinisial RI kepada Suara.com pada Jumat (25/10/2019).
Sedangkan untuk menyewa kamar dalam durasi jam, ia menyebutkan tarif per dua jam dikenakan biaya Rp 100 ribu, tiga jam Rp 120 ribu, dan lima jam Rp 150 ribu.
Baca Juga: Polisi Bongkar Bisnis Prostitusi Online di Bogor, Tarif Perawan Rp 20 juta
Fasilitas yang diberikan sama halnya dengan hotel, yaitu alat mandi, kopi, gula, teh, spring bed, kulkas, meja untuk kerja, televisi, dan AC. Menilik dari sisi harga sewa apartemen, tentunya cukup murah dibandingkan dengan hotel.
Lalu informasi didapat dari sumber apartemen yang disewakan itu sudah dikelola oleh pemilik karena sudah membeli unit kamar apartemen.
"Kita sediakan banyak unit kamar apartemen," katanya.
Untuk mengetahui apartemen itu disewakan dan dijadikan tempat prostitusi terselubung. Kontributor Suara.com menanyakan ke narasumber yang enggan disebutkan namanya. Dia membeberkan proses transaksi hingga eksekusi.
"Kita tinggal chating-an sama wanita itu, lalu ceweknya sudah standby di apartemen. Tinggal ketemuan di sana dan langsung ke kamar hotel," ucap dia.
Tarif yang diberikan untuk sekali kencan, ia mengaku harus merogoh uang sekitar Rp 800 ribu. Biaya tersebut, katanya, sudah termasuk uang sewa kamar apartemen. Setelah bertemu, akses masuk ke kamar hotel sudah dipegang sang wanita.
Berita Terkait
Terpopuler
- WNI Tentara Bayaran Rusia, Rendi Apriyanto Sempat Kirim Duit ke Ortu Tapi Rekening Diblokir
- 5482 Korban Keracunan MBG, Viral Ucapan Wapres Gibran: Bawa Bekal dari Rumah, MBG Jangan Dimakan
- Kekayaan Jusuf Hamka yang Dilaporkan Hary Tanoesoedibjo ke Polisi
- Jaksa Agung Burhanuddin Muncul di Istana, Bantah Bakal Dilantik jadi Jampidum
- 3 Sepatu Lokal Paling Nyaman dan Empuk untuk Jalan Terbaik Menurut Review
Pilihan
-
Resmi, Syahganda Nainggolan Jadi Kepala Bakom RI Gantikan Muhammad Qodari
-
Hadir di Istana, Pratikno Buka Suara Soal Isu Jadi Ketua Wantimpres Era Prabowo
-
Disorot Gegara Gaya Hidup Mewah, Timothy Ivan Mundur dari Deputi II Bakom RI: Ingin Introspeksi Diri
-
KBRI di Singapura Tak Punya Dokumen Soal Jenjang Pendidikan Gibran di Orchid Park dan MDIS
-
Pemain Timnas Indonesia Dapat Ancaman Pembunuhan
Terkini
-
Secangkir Kopi Muhammadiyah dan Cerita Kehangatan Bersama Rudy Susmanto di Leuwiliang
-
BRI Peduli Gelar BRI Sahabat Disabilitas 2026 di Makassar, Berikan Pembekalan Kewirausahaan
-
Kabel Sinyal Whoosh Dicuri, Perjalanan Kereta Cepat Sempat Terganggu, 6 Orang Ditangkap
-
KPK Usut Korupsi Iklan Bank BJB, Eks Aspri Ridwan Kamil dan Pejabat BJB Dipanggil
-
Jelang Hadapi Bangladesh, Erick Thohir Minta Timnas Indonesia Fokus dan Kerja Keras