SuaraJabar.id - Video permintaan organisasi kemasyarakatan (Ormas) untuk mengelola parkir di seluruh minimarket di Kota Bekasi mendadak viral di media sosial (medsos) Facebook.
Video yang diunggah oleh akun Facebook Peter F. Gontha. Tersebut mendapat respon dari banyak pihak. Dalam video tersebut, Peter menambahkan pernyataan yang menggambarkan adanya dugaan oknum preman.
"Waduh? ini kejadian 2 minggu lalu. Para Investor menelpon para Dubes mempertanyakan. Ini artinya Bekasi akan dikuasai preman nanti bisa seperti mexico, brazil dan negara amerika latin dan afrika. Menyedihkan... Kemana Negara kita. Jangan heran kalau para investor tidak jadi ke Indonesia... ke Vietnam ajalah!!!!."
Unggahan Peter yang telah viral dibagikan 1.995 kali tersebut, disertai dengan video berdurasi tujuh menit. Dalam video tersebut, tergambar ormas yang sedang mendesak kepada pihak pengelola memberikan pengelolaan parkirnya kepada mereka.
Tak hanya itu, video yang diunggah saat unjuk rasa pada 23 Oktober 2019 di depan Pom Bensin Rawalumbu Kota Bekasi, terkesan mendesak pihak pengelola untuk bisa bekerjasama menarik parkir di tiap-tiap minimarket.
Video itu menampilkan pihak Ormas meminta kepada pengusaha minimarket untuk memberikan lahan parkirnya dikelola oleh ormas. Masih dalam video yang sama, sejumlah pejabat Pemkot Bekasi bersama pengelola dan pihak kepolisian menemui para pengunjuk rasa.
Saat itu, perwakilan Pemerintah Kota Bekasi mengamini permintaan para ormas untuk mengelola parkir. Hanya saja semua itu diserahkan ke pihak pengelola. Di tengah keramaian pengunjuk rasa, pihak pengelola tampak gugup dan hanya bisa pasrah mengatakan tetap ingin bekerjasama.
Kekinian, sebuah pesan berrantai tersebar. Dalam pesan tersebut tertulis pemkot dan aparat penegak hukum di Kota Bekasi mendukung ormas menjadi pemeras pengusaha retail di wilayah setempat.
Ketua Resto Gibas Kota Bekasi Deni M Ali meminta maaf atas unjuk rasa pada 23 Oktober 2019. Permintaan maaf itu dilakukan karena dalam momen itu terjadi serangkaian ucapan yang belakangan membuat gaduh.
Baca Juga: Viral Video Ormas Minta Jatah Parkir Minimarket di Bekasi
"Kami memohon maaf atas nama keluarga besar Gibas Kota Bekasi dan teman-teman ormas, kami memohon maaf. Pada dasarnya yang kemarin saya sampaikan itu hanya ungkapan saja, tidak ada maksud apa-apa," kata Deni, di Pendopo Kantor Wali Kota Bekasi, Senin (4/11/2019).
Bahkan, kata dia, tidak benar kalau ormas yang berunjuk rasa pada 23 Oktober 2019 itu berniat menekan pemerintah dan aparat penegak hukum. Dia berharap video yang viral itu tidak berlanjut penyebarannya.
"Kami ormas di Kota Bekasi akan mengikuti aturan main yang ada," tegasnya.
Kapolres Metro Kota Bekasi Kombes Indarto membantah pihaknya telah melindungi aksi premanisme di wilayah hukum setempat. Video berdurasi kurang lebih delapan menit serta sebuah pesan berantai diyakini sebagai ungkapan spontan peserta aksi di lapangan.
"Pesan yang viral itu ungkapan di lapangan, tapi pada dasarnya kita kembalikan pada aturan yang ada," ungkap Indarto.
Indarto menyampaikan, selama ini aturan hukum di Kota Bekasi tetap ditegakkan. Dalam video yang viral tersebut Pemkot Bekasi bahkan sedang mengekstensifikasi penerimaan pajak dari sektor lain.
Berita Terkait
-
Viral Video Ormas Minta Jatah Parkir Minimarket di Bekasi
-
Sering Todong Pedagang, Sebelas Preman Pasar Kapuk Dicokok
-
Menag Fachrul Razi Angkat Bicara soal Nasib FPI
-
Dibacok hingga Jari Putus, Kronologi Tawuran Libatkan Ormas di Tanah Abang
-
Kantor Ormas Diobrak-abrik Massa, Jari Kliwon Putus Kena Bacok
Terpopuler
- Banyak UMKM Mundur dari Rans Carnival Jogja, Warganet Pasang Badan Bantu Larisin
- Tak Ingin Sakiti Hati Warga Jogja, OM Wawes Pilih Batal Manggung di RANS Carnival
- Tolak Andrea Bocelli, GPCI Bakal Gelar Konser Besar Galang Dana Palestina
- Prestasi Kinclong Netty Rosdiana Siagian: Mundur dari Polri, Tak Sejalan dengan Hati Nurani
- 7 Sneakers Lokal dengan Rating Bintang 5 di Shopee yang Nyaman dan Modis
Pilihan
-
Tak Perlu Bongkar Kitab, Muhammadiyah Bikin AI Khusus ChatHPT untuk Jawab Persoalan Agama
-
Sejumlah Jenderal Polri Dikabarkan Diamankan, Satu 'Bintang Empat' Sudah Dilepas
-
Gempa M 5,5 Guncang Laut Barat Laut Tanimbar, Getaran Terasa hingga Saumlaki
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
Terkini
-
Investasi Rp15 Triliun, Proyek Pabrik Kimia Dasar di Cilegon Bisa Kurangi Impor Bahan Baku Industri
-
17 Anak Diduga Jadi Korban Pencabulan Pemilik Warung di Karawang, Ini 5 Fakta Kasusnya
-
Kawal Kasus Kekerasan Seksual Anak, Bupati Karawang Minta Polisi Usut Tuntas
-
Tren Self-Development di Kalangan Gen Z Menguat, 93 Persen Berminat Poles Diri
-
Kapolres Bogor Bantah Pelaku Pembunuhan Bobotoh Suporter Persikabo: Bukan Suporter Klub Mana Pun